"Semua Mimpi Tak Berjudul" Diarak di Kota Lulo

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Rangkaian kegiatan kolaboratif seni oleh Dade Smal Store Idea Project dan beberapa seniman Sultra berakhir, Sabtu (15/4/2016). Acara tersebut di tutup dengan arak-arakan bola sapu dari Rumah Pengetahuan (Rupa) Kendari yang terletak di kawasan Museum menuju Dade Smal Store di Lorong Jati Raya, Wuawua.Prosesi pengarakan tersebut di kemas dalam aksi teaterikal. Al Galih selaku sutradara menyebut, teaterikal itu bertema \”Semua Mimpi Tak Berjudul.\” Ia menjelaskan, simbol bola sapu adalah kepala manusia yang bisa berpikir dan melihat.\”Kami punya dua Instalasi sapu. Ada yang berbentuk bola sapa yang kami beri judul, Untukmu Kami Melihat. Ada juga instalasi sapu berbentuk anatomi tubuh manusia yang kami beri judul, Untukmu Kami Bernapas,\” jelasnya.Lanjut Galih, karya tersebut merupakan hasil kolaboratif antara seniman Reno Ganesa dan Iwan Konawe. Reno sebagai penggagas ide. Sementara Iwan sebagai pekerja instalasi tersebut.Reno mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan pamerannya di Indonesia. Selama ini ia lebih banyak memamerkan karya-karyanya di Australia. Ia mengaku senang, menjadikan Kendari sebagai salah satu tempatnya dalam berkreasi.\”Saya hanyalah sebagian kecil dari pelaku kebudayaan di Kendari. Saya ingin acara ini kita tutup ibarat kita bangun dari mimpi. Jika kegiatan ini adalah mimpi maka pasca ini kita akan aksi untuk seni di Kendari,\” terangnya.Sementara itu, Dade sebagai penyelenggara kegiatan mengatakan, selama sepekan ada beberapa kegiatan yang ia dan rekan-rekan seniman lakukan. Mulai dari dialog kurator, dialog seni dalam hubungannya dengan Sultra, pameran rupa dan lukis dan aksi teaterikal.\”Ternyata bekeja secara kolektif itu lebih baik dari bekerja sendiri-sendiri. Inilah yang saya lihat selama kegiatan ini berlangsung. Para seniman bahu membahu dalam menyukseskan kegiatan ini. Saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari aksi ini,\” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.