Sakit Tak Sembuh, Nenek Ini Pilih Minum Racun

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Seorang Nenek bernama Welame (75), yang tinggal di Desa Wawoone, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun, Selasa (24/7/2018). Ia diduga stres lantaran penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

Kejadian itu pertama kali diketahui saat Rusniatin (36) hendak berkunjung ke rumah korban untuk menonton. Ia pun kaget saat melihat si nenek tergeletak lemas di bagian dapur.

Rusniatin, langsung menghampiri si nenek dan mencoba bertanya perihal apa yang terjadi. Namun si nenek tak menjawab pertanyaannya.

Ketika itu Rusniatin mencium bau racun di mulut korban. Ia juga melihat melihat muntahan si nenek di dapur. Karena panik, ia pun langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Seketika itu juga beberapa warga berbondong-bondong datang ke sumber teriakan. Sekira pukul 20.00 Wita, si nenek yang tengah kritis langsung dilarikan ke Puskesmas Pondidaha.

Di Puskesmas, dokter yang menangani si nenek menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit kabupaten. Saat itu juga korban langsung dilarikan di rumah sakit. Namun naas, si nenek menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan.

Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rachmat Zam Zam mengungkapkan, kuat dugaan jika korban minum racun. Sebab, di kamar korban ditemukan gelas plastik, satu botol racun DMA dan satu toples gula pasir.

“Diduga korban meminum racun yang dicampurkan dengan gula pasir,” ujarnya.

Saat menggali keterangan dari orang terdekat, polisi mendapatkan informasi bahwa korban diduga bunuh diri lantaran stres. Korban punya menyakit menahun yang tak kunjung sembuh.

“Pihak keluarga tidak melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Almarhumah sudah dimakamkan hari ini (Rabu, 25/7/2018),” tandasnya.

Untuk diketahui, Welame merupakan seorang janda yang tinggal seorang diri di rumahnya. Ia memiliki satu orang anak yang tinggal sekira 500 meter dari rumahnya. Selama ini Welama diketahui punya riwayat penyakit diabetes dan asam urat.

Laporan: Mas Jaya
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.