Seorang Pasien RS Bahteramas Sultra Diisolasi, Dicurigai Virus Corona

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Seorang warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berinisial MW (22) harus dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Bahteramas. Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut dicurigai terjangkit virus Corona.

Warga Kendari berjenis kelamin laki-laki tersebut diketahui menderita panas tinggi, pilek, sesak napas. Pasien ini juga rupanya baru melakukan perjalanan dari Korea bersama rombongan dari Kendari selama empat hari.

Direktur RS Bahteramas, dr. Sjarif Subijakto, menerangkan meski mengalami gejala-gejala kriteria pertama terindikasi Virus Corona, seperti demam, pilek, batuk, sesak napas, pasien tersebut belum dipastikan terjangkit virus mematikan tersebut.

“Iya, baru dicurigai dan sedang dirawat ruang isolasi untuk diperiksa lengkap. Kontak pasien dari Korea, bukan dari China atau Wuhan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin (3/2/2020).

Pasien yang dicurigai terpapar virus Corona ini dirawat di RSUP Bahtermas pada Minggu, 2 Februari 2020 dan langsung diisolasi.

Pihak rumah sakit kini melakukan penanganan ketat terhadap pasien itu di ruang isolasi, seperti diperiksa lengkap. Termasuk melakukan pengujian di laboratorium terhadap kondisi pasien.

“Berdasarkan hasil laboratoriumnya sudah normal. Pasien saat ini sementara menunggu masa inkubasi. Ia sudah ditangani secara SOP oleh dokter, diberikan obat, vitamin dan support (dukungan) dari tim medis,” jelasnya.

Masa inkubasi kata Sjarif, selama 14 hari. Hingga saat ini pasien sudah menjalani masa inkubasi selama lima hari. Setelah itu, pasien sudah diizinkan untuk pulang.

yamaha

“Imbauan saya masyarakat jangan cemas dulu. Pasien sudah diisolasi dan dievaluasi. Hasil lab saat ini normal. Pasien membaik. Semoga flu biasa saja. Tapi sudah waspada pihak RS. Jadi masyarakat tenang saja,” tambahnya.

Dikabarkan, pasien ini memiliki riwayat perjalanan dari Korea bersama delapan orang dari Kendari. Rombongan ini berada di Korea empat hari lamanya. Mereka tiba di Kendari pada Rabu. Pasien tersebut masih masuk kantor pada Kamis dan Jumat. Namun, hari Sabtu dia mengalami demam dan dibawa ke puskesmas.

Kondisi pasien semakin parah akibat demam dan sesak napas. Diapun di bawa ke IGD RS Bahteramas pada 15.00 Wita dengan kondisi demamnya mencapai 39,7 derajat selsius.

Antisipasi wabah virus Corona sebelumnya telah ditegaskan melalui rapat DPRD Sultra dengan Pemprov serta Forkopimda lainnya pada Selasa (28/1/2020).

Beberapa yang disepakati, yakni RS Bahteramas menyiapkan dua ruang isolasi, UGD khusus, dan ambulans isolasi untuk menjembut pasien diduga terpapar virus Corona.

Selain itu, Dinkes Sultra memperkuat pelayanan puskesmas di Morosi untuk memantau dan menangani penyebaran virus Corona terkhusus bagi TKA, memantau jalur penyeberangan penumpang atau barang di jalur laut dan udara.

(Baca: Sementara Waktu TKA dan Turis Tiongkok Dilarang Masuk Sultra, Ini Antisipasi Lain Virus Corona)

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.