SULTRAKINI.COM: KENDARI - Selama bulan September 2017 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat nilai ekspor di Sultra meningkat sebesar 20,15 persen atau US$ 37.68 juta dibanding ekspor bulan Agustus 2017 yang hanya senilai US$ 31.36 juta.

September, Ekspor Sultra Meningkat Diangka 20,15 Persen
Kepala BPS Prov Sultra, Atqo Mardiyanto (tengah) menyampaikan release. (Foto: Nova Aliza/SULTRAKINI.COM)

"Nilai ini jika dibandingkan dengan bulan September 2016 juga meningkat tinggi, karena di tahun 2016 itu hanya US$ 22,05 juta untuk bulan September,"  jelas Atqo Mardiyanto selaku Kepala BPS Sultra, Rabu (01/11/2017).

Jika ditotalkan dari bulan Januari hingga September 2017 nilai ekspor meningkat sebesar US$ 209.80 juta atau naik 62,67 persen (y-o-y) dengan share terbesar berasal dari komoditas besi dan baja senilai US$ 141.68 juta atau 67,53 persen dan dari komoditas biji logam, terak dan abu senilai US$ 38.44 juta atau 18,32 persen.

Tujuan atau pangsa pasar ekspor Sultra dari bulan Januari hingga September 2017 didominasi oleh tiga negara dengan total 75,77 persen, terdiri dari Tiongkok US$ 67,25 juta atau 32,06 persen, India sebesar US$ 55,65 juta atau 26,53 persen dan Korea Selatan US$ 36.03 juta atau 17,18 persen.

"Kita berharap dengan mulai beroperasinya sektor pertambangan di Sultra, dapat meningkatkan nilai ekspor di Sultra khususnya," harapnya.

Sementara untuk nilai impor Sultra pada bulan September 2017 tercatat senilai US$ 27,55 juta, nilai ini mengalami penurunan sebesar 51,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya dimana nilai impor tercatat US$ 57,31 juta.

Sedangkan total impor bulan Januari hingga September 2017 sebesar US$ 576,33 juta, angka ini naik 117,22 persen (y-o-y) dengan share terbesar impor pada bulan September 2017 berupa bahan bakar mineral, 267,65 juta (46,44 persen), mesin dan pesawat mekanik US$ 149,76 juta ( 25,98 persen).

Tercatat impor dari bulan Januari hingga September 2017 berasal dari Tiongkok sebesar US$ 279,70 juta atau 48,53 persen, Singapura US$ 214,55 juta atau 37,23 persen dan Malaysia sebesar US$ 33,52 juta atau 5,82 persen.

"Sedangkan perkembangan neraca perdagangan Sultra dibulan September 2017 mengalami surplus atau meningkat sebesar US$10,13 juta. Akan tetapi neraca perdagangan dari bulan Januari hingga September 2017 masih mengalami defisit sebesar US$ 366,53 juta," tandasnya.


Laporan : Nova Aliza

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations