000 HPN Prov

Sering Minum Teh Berisiko Osteoporosis?

SULTRAKINI.COM: Hampir semua orang Kendari, Sulawesi Tenggara menjadikan teh sebagai minuman wajib di pagi hari. Teh berkhasiat untuk kesehatan. Tidak heran banyak orang meminum teh lebih dari secangkir dalam sehari.

Tapi, tahukah kamu, terlalu banyak minum teh berisiko bagi kesehatan. Dampaknya, tergantung jenis teh yang sering dikonsumsi. Hasil pengeringan daun Camellia sinensis akan melalui proses oksidasi yang berbeda-beda. Inilah yang membedakan satu jenis teh dengan lainnya. Secara umum, teh dibagi menjadi empat jenis.

Teh hitam

Teh yang paling sering ditemui di Indonesia adalah jenis teh hitam. Daun teh hitam telah melalui proses fermentasi dan oksidasi yang paling tinggi dibandingkan jenis teh lainnya. Khasiatnya antara lain melindungi paru-paru dari racun berbahaya dan mencegah stroke.

Teh hijau

Daun teh ini akan dikukus dan dikeringkan sehingga proses oksidasinya tidak sebesar teh hitam. Teh hijau kaya akan antioksidan yang bisa menjaga kesehatan pembuluh darah dan otak. Selain itu, penelitian juga membuktikan bahwa teh ini mampu mencegah berbagai jenis kanker.

Teh oolong

Teh ini mirip dengan teh hitam, namun proses fermentasi dan oksidasi daunnya lebih rendah. Rasa dan aromanya berada di tengah-tengah antara teh hitam dan teh hijau. Teh oolong dikenal ampuh untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

Teh putih

Tak seperti jenis teh lainnya, tidak mengalami proses oksidasi maupun fermentasi sama sekali. Rasa dan aromanya pun jadi lebih ringan. Di Indonesia, teh ini masih jarang diproduksi. Padahal, manfaat teh putih sebagai antikanker dipercaya paling manjur dibandingkan jenis teh lainnya.

Teh mengandung senyama kafein, Zat Flouride, Zat asam amino l-theanine, Senyawa myricetin, kaempfro, Quercetin, Polifenol yang didalamnya terdiri dari zat katekin dan galloutchinc.

Secangkir teh mengandung senyawa polifenol yang terdiri dari zat katekin dan zat galloutchinc yang bertindak sebagai antioksidan aktif dan mengandung zat anti kanker. Akan tetapi, teh dapat membahayakan kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan dan setiap hari.

Teh baiknya dikonsumsi tidak lebih dari lima cangkir sehari. Sebab bisa berakibat buruk untuk kesehatan, seperti memicu Osteoporosis. Meminum teh berlebih, misalnya lebih dari tujuh gelas dapat menyebabkan penumpukan zat kalsium yang akhirnya terbuang sia-sia melalui air seni. Kondisi tersebut dapat memicu pengeroposan tulang atau terserang penyakit osteoporosis.

Kedua, munculnya batu ginjal. Senyawa oxalate yang ada didalam teh dapat menumpuk lalu mengendap dijaringan ginjal yang jika dibiarkan saja dapat mempercepat pembentukan batu ginjal.

Ketiga, serangan jantung. Bagi penderita jantung minum teh secara berlebihan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh arteri jantung dan menyebabkan denyut jantung menjadi tidak beraturan dan memicu serangan jantung mendadak.

Keempat, menyebabkan kurang darah. Asam tanat feros pada teh dapat menghambat penyerapan zat besi dan vitamin dan hilangnya eritrosit dalam tubuh yang menyebabkan seseorang terserang penyakit kurang darah atau anemia.

Kelima, menghambat sirkulasi darah. Minum teh secara berlebihan setiap hari dapat menyebabkan Zat kafein dan polifenol pada teh membentuk kristal, menumpuk dan menyumbat aliran darah sehingga pasokan darah yang berisi oksigen sulit untuk menyebar keseluruh peredaran darah dengan normal.

Keenam, warna gigi keruh. Terbiasa minum teh selama bertahun tahun dapat menyebabkan perubahan warna pada lapisan gigi. Zat kafein pada teh mampu masuk kedalam rongga-rongga gigi lalu melekat pada email gigi dan menetap dan menyebabkan warna keruh pada gigi sehingga gigi terlihat tidak cerah atau cenderung menguning.

Ketujuh, menyebabkan Alzheimer Osteofluorosis. Bahaya minum teh setiap hari dan jangka panjang dapat memicu kerusakan jaringan otak dan menyebabkan seseorang terserang penyakit pikun atau Alzheimer osteofluorosis, Dimana seseorang akan mengalami keterlambatan dalam berfikir, ketidakmampuan dalam mengolah informasi, kesulitan mengingat dan kehilangan daya ingat.

Kedelapan, menurunkan kualitas ASI. Bahaya minum teh setiap hari pada ibu yang sedang menyusui dapat dicegah dengan cara tidak mengkonsumsi teh atau lebih baik hindari minuman teh selama masa program menyusui dilakukan. Zat kafein pada teh dapat merusak kualitas air susu ibu. ASI yang telah terkontaminasi aroma dan senyawa teh dapat menyebabkan rasa ASI menjadi hambar dan dapat menyebabkan bayi tidak mau menyusu lagi. Kondisi ini juga berlaku pada kopi.

Kesembilan, gangguan kerongkongan. Minum teh berlebihan menyebabkan gangguan kesehatan pada kerongkongan. Senyawa pada teh dapat melukai dan mengiritasi dinding kerongkongan sehingga mampu menumbulkan peradangan.

Dampak lain dari konsumsi teh berlebihan, menyebabkan migrain/sakit kepala. Bahaya minum teh setiap hari pada orang yang kurang tidur dan kelelahan dapat mudah terlihat jika mengkomsumsi minuman teh lebih tujuh gelas perharinya karena dapat mengakibatkan saraf-saraf seputar kepala menjadi menegang dan melebar sehingga menimbulkan sakit kepala dan migren yang dapat terjadi secara berulang dan tiba tiba.

Bahaya lainnya, yakni kanker prostat. Pria yang mengonsumsi teh lebih dari tujuh gelas setiap hari beresiko terserang kanker prostat Zat chlorine dan kafein yang menumpuk pada jaringan kelenjar prostat dapat merusak sistem reproduksi pria dan menimbulkan pertumbuhan sel abnormal dalam DNA yang memicu munculnya sel kanker.

Lambung juga bisa terganggu. Senyawa pada teh tidak dapat berinteraksi dengan baik dengan asam lambung alami yang ada pada sistem pencernaan. senyawa kafein teh mampu meningkatkan kadar asam lambung dan menyebabkan perut terasa tidak nyaman.

Konsumsi teh berlebih juga menghambat penyerapan nutrisi. Kelebihan senyawa kafein dan polifenol dalam tubuh dapat menyebabkan tubuh kesulitan menyerap nutisi yang dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi, termasuk zat besi.

Konsumsi berlebih juga memperparah diare. Seseorang yang telah terserang diare sebaiknya menjauhi minuman teh karena semua senyawa yang ada pada teh dapat meningkatkan volume air dijaringan pencernaan dan saluran anus yang memicu sulitnya penyakit diare untuk cepat disembuhkan. Akibatnya Feses yang keluar akan terus menerus berbentuk cair.

Teh dikonsumsi berlebihan berakibat kerusakan jaringan hati. Kandungan kafein dan senyawa lain pada teh dapat merusak pembuluh darah seputar liver yang menimbulkan iritasi dan penyumbatan aliran darah menuju hati. Akibatnya kinerja hati menjadi terganggu.

Sumber: halosehat.com

Laporan: Saswita

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.