Siap Bersinergi Explore Destinasi Pariwisata, Hugua Bersama KJ3 Sambangi Kebun Raya Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua bersama dengan Komunitas Jurnalis Jalan-Jalan (KJ3) Sultra, mengunjungi Kebun Raya Nanga-Nanga, Kota Kendari, Minggu (9/9/2018).

Rombongan kedua organisasi tersebut disambut baik Kepala UPTD Kebun Raya Kendari, La ode Yama. Dalam kunjungan tersebut, Hugua dan para pengurus KJ3 melihat langsung sejumlah fasilitas dan spot yang masih dalam tahapan pembenahan.

Meski demikian, Kebun Raya tersebut sudah ramai dikunjungi masyarakat Kota Kendari maupun dari luar daerah. Tak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu sebulan, bisa mencapai 6000 pengunjung.

Mantan Bupati Wakatobi dua periode itu mengatakan, meski masih dalam tahapan pembenahan dan status kepemilikan aset merupakan milik pemerintah pusat, Pemkot Kendari dan pihak-pihak terkait harus sudah mulai memikirkan bagaimana strategi promosi, untuk meperkenalkan keberadaan Kebun Raya tersebut ke publik.

“Selain memberikan kepuasan berwisata, tempat ini juga bisa menjadi media edukasi untuk para pelajar dan mahasiswa, karena mereka bisa belajar tentang flora dan fauna di sini, karena jika kita melihat spot dan fasilitas yang disiapkan di kawasan itu, maka sudah pantaslah masyarakat berkunjung ke objek wisata edukasi ini, ” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ketua Dewan Pembina KJ3 ini, Kebun Raya Kendari juga bisa menjadi alasan bagi para wisatawan asing maupun domestik memutuskan untuk lebih lama tinggal di Kota Kendari, yang tentunya juga memberikan manfaat dan efek domino pada sektor lainnya.

gemilang simpeda bank sultra

“Untuk menambah lama tinggal para wisatawan ini di Sultra, khususnya di Kota Kendari, maka diperlukan kreasi menarik dari pemerintah dan stakeholder, yang bisa berinovasi menciptakan tempat-tempat indah dan unik untuk dikunjungi,” bebernya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala UPTD Kebun Raya Kendari, Laode Yama, menyampaikan apresiasinya kepada KJ3 dan PHRI, atas kunjungan ke objek wisata tersebut dalam upaya membantu mempromosikan ke publik.

“Terima kasih. Semoga saja, kebun raya ini semakin diketahui keberadaannya, sehingga di masa-masa mendatang akan semakin banyak yang datang berekreasi sembari belajar,” katanya.

Yama juga mengaku, meski sudah ramai yang mengunjungi kawasan wisata edukasi itu, namun pihaknya belum melakukan penarikan biaya tiket  masuk, karena belum dilakukan proses launching. Selain itu, kebun raya ini juga masih asset pemerintah pusat.

Dia juga menerangkan, bahwa kawasan tersebut berada dalam wilayah hutan konservasi. Sebelumnya, Pemkot mengajukan permintaan perizinan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanam (KLHK) RI seluas 118 hektare. Akan tetapi, pihak KLHK hanya memberikan izin kawasan yang bisa dikelola seluas 95 hektare, yang terdiri dari 18 hektare hutan lindung dan sisanya masuk dalam kawasan hutan produksi.

“Untuk pembangunan fisiknya, Pemkot bekerjasama dengan pihak Kementerian PU. Dimana sudah ada komitmen bersama, bahwa pemerintah pusat yang membangun fisiknya, dan Pemkot yang melakukan perawatan selama pengelolaannya, dan para pengunjung mereka masuk masih gratis kok,” tutupnya.

Laporan: Ifal Chandra
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.