Iklan Clarion

Sidak: Warga Kendari Terancam Hanya Makan Ikan Lure Selama Ramadan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra melakukan inspeksi mendadak di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Jumat (25/5/2018). Kenaikan harga sampai penyebabnya pun ditemukan berdasarkan hasil interaksi dengan para penjual.

Teguh mengungkapkan, sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga dibandingkan sebelum memasuki Ramadan 1439 Hijriah. Salah satu penyebabnya, yaitu sejumlah nelayan tidak melaut. Mereka yang umumnya berasal dari provinsi tetangga memilih pulang kampung saat ramadan. Sementara sejumlah nelayan lokal juga memilih fokus menjalankan ibadah puasa.

“Pemantauan hari ini, ada beberapa ikan yang relatif tinggi kenaikannya, seperti ikan kembung (ruma-ruma) harganya menyentuh 70 ribu rupiah. Ini akan kita pantau terus, mudah-mudahan cuaca di bulan puasa ini bagus sehingga nelayan bisa melaut dengan baik. hukum ekonomi berlaku, dimana pasokan relatif kurang kemudian permintaan banyak, harga itu naik,” kata Teguh.

Berikut pantauan harga ikan di TPI Kota Kendari hasil sidak Teguh Setyabudi bersama jajarannya.

1. Ikan Layang Rp 25 ribu per kg sebelum puasa Rp 20 ribu perkg;

2. Ikan Baronang Rp 65 per kg sebelum puasa dikisaran Rp 55 ribu-Rp 60 ribu perkg;

3. Ikan Katombong Rp 35 ribu per kg sebelumnya Rp 25 ribu per kg;

4. Ikan Rambeng Rp 40 ribu per kg sebelumnya Rp 25 ribu per kg;

5. Cumi-cumi Rp 50 ribu per kg sebelumnya Rp 40 ribu per kg;

6. Ikan Tongkol Rp 30 ribu per kg sebelumnya Rp 25 ribu per kg;

7. Ikan Putih Rp 60 ribu per kg sebelumnya Rp 35 ribu per kg;

8. Ikan Ruma-Ruma besar Rp 60 ribu-Rp 70 ribu per kg sebelumnya diberkisaran Rp 35 ribu per kg;

9. Ikan Lure dari Rp 40 ribu per kg turun Rp 20 ribu per kg.

Seorang penjual ikan di TPI, Bunga Yanti mengaku kenaikan harga ikan juga disebabkan oleh pasokannya yang berkurang di pasaran.

“Kurang nelayan yang ke laut karena sehingga pasokan berkurang, cuaca juga tidak mendukung, mana kencang ombak,” ucap Bunga kepada SultraKini.Com.

 

 

Laporan: Nur Cahaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.