Iklan Clarion

Sindir Pemerintahan Tafdil-Masyhura, Mahasiswa "Lempar" Tanah Lumpur ke Kantor Bupati

SULTRAKINI.COM : BOMBANA – Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bombana Tafdil – Mashura mulai digoyang. Rasa tidak puas selama memimpin empat tahun di Kabupaten Bombana, telah memicuh protes bagi kalangan mahasiswa.

 

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Selasa (17/5), ratusan mahasiswa dan masyarakat dari Kecamatan Mataoleo membawah bingkisan tanah lumpur. Tanah yang dibungkus dengan kantong plastik merah itu, sengaja diarak masa menuju kantor Bupati Bombana.

 

Masa ingin menghadiai bingkisan itu kepada Tamasya (akronim Tafdil-Masyhura) sebagai bentuk teatrikal kekecewaan selama menahkodai Kabupaten Bombana.

 

Saharuddin, salah satu orator masa menjelaskan, bongkahan tanah tersebut, sebagai simbol atas buruknya kinerja pemerintahan Tamasya dalam membenahi infrastruktur jalan di Kabupaten Bombana.

 

Dia mencotohkan rencana proyek jalan Rumbia – Mataoleo dan Poleang Tenggara. Meski sudah digelontorkan APBD sejak tahun 2015 lalu, sebesar 40,2 Miliar, tapi proyek itu hingga kini belum juga terlaksana. \”cara seperti apa ini. sudah diplotkan anggaran, tapi belum juga dikerja. jangan-jangan ada lagi praktek kotor di proyek ini,\” pungkasnya.

 

Tidak cuma perencanan aspal yang disorot, Pemerintahan Tamasya juga dinilai buruk terkait kualitas pengaspalan dibeberapa jalan di Kabupaten Bombana. \”Sungguh kami bingung, model pengaspalan seperti apa di Bombana ini. Belum lama dikerja, tapi aspalnya cepat rusak. Kami curiga ada permainan terselubung, ditiap pekerjaan proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Bombana ini. Kasian kan, uang rakyat (APBD). Banyak tersedot untuk pembangunan jalan, tapi kualitasnya sungguh memiriskan. Ini merupakan bentuk-bentuk pembodohan,\” cetus saharuddin.

 

Tapi sayang, hingga mahasiswa membubarkan diri, baik Tafdil maupun Masyhura tidak tampak dikantornya hingga Selasa sore itu. Tidak ingin kecewa atas absentnya dua pejabat yang dicari tersebut, Mahasiswapun menyerahkan kado tanah itu, kepada Sekda Bombana H. Burhanuddin HS.Noy dengan harapan dapat diteruskan kepada Tafdil dan Masyhura.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.