Siswi Asal Baubau Ini Lolos Pertukaran Pelajar ke Amerika

SULTRAKINI.COM: Siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kota Kendari, Riqqah Puspita Dewi (Riko) terpilih mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika pada Agustus 2019. Siswi asal Kota Baubau itu dinyatakan lolos ke Amerika setelah mengikuti proses seleksi pertukaran pelajar pada April lalu.

Berdasarkan pengumuman hasil seleksi yang terbit 22 Februari 2019 melalui Surat Keputusan Nomor 19/YBA/GCOUT/02/062 tentang Penetapan Siswa yang Lolos. Riqqah Puspita Dewi dinyatakan lolos sebagai peserta Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) ke Amerika Serikat bersama Bina Antarbudaya.

Bina Antarbudaya adalah organisasi nirlaba yang merupakan mitra dari AFS Intercultural Program, Inc. Organisasi itu, bertanggung jawab dalam melaksanakan program-program pertukaran pelajar seperti AFS dan YES.

Setiap tahun, Bina Antarbudaya berupaya mengirim siswa-siswi terbaik Indonesia untuk ikut program pelajar ke berbagai negara tujuan di dunia.

Tahun ini, dikirim 80 siswa siswi Indonesia sebagai peserta program YES ke Amerika Serikat.

Kepala MAN IC Kendari, Abdul Basit, megatakan pihaknya menyambut positif terpilihnya Riqqah Puspita. Tentu hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAN IC yang baru seumur jagung sudah menorehkan prestasi di level internasional.

“Tidak menjadi soal jika ananda Riko meninggalkan sekolah untuk sementara. Dengan tangan terbuka kami dari pihak madrasah pasti akan menerima kembali karena bagaimanapun dia masih tercatat sebagai siswa MAN IC,” ucap Abdul Basit, Sabtu (27/07/2019) dilansir dari laman resmi Kemenag RI.

Abdul Basit berpesan kepada Riko agar tetap menjaga akhlak, nama baik madrasah serta budaya sopan dan saling menghargai. “Dalam program ini, Riko akan menjadi gambaran wajah MAN IC Kota Kendari dan Sultra secara khusus serta Indonesia secara umum,” tambahnya.

Secara terpisah, Riko mengaku gembira dengan kelulusannya mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika. Sebagai persiapan, Riko diminta mempelajari budaya Indonesia secara umum dan budaya Sulawesi Tenggara secara lebih khusus.

“Di Amerika, saya bersama peserta lainnya akan belajar banyak mengenai budaya barat dalam kaitannya dengan pendidikan. Kami akan mengenyam pendidikan setahun selama di Amerika,” jelas Riko.

Laporan: Muh. Yusuf
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.