SUARA

SMPN 9 Kendari Beri Bantuan Tablet dan Paket Kuota ke Siswa Belajar di Rumah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dalam rangka mengoptimalisasi proses pembelajaran ditengah Pandemi Covid-19, SMP Negeri 9 Kendari menggandeng PT. XL Axiata Kendari dan Komite Sekolah melakukan program berbagi kepada siswa yang membutuhkan sarana dan prasarana dalam proses belajar jarak jauh, berupa Tablet, dan paket kuota Internet sebanyak 65 GB selama dua bulan.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, didampingi oleh Kepala SMP 9 Kendari, Milwan, dan Sales Manager XL Axiata Kendari di Lapangan Upacara SMPN 9 Kendari, Senin (7/9/2020).

Selain memberikan bantuan 410 tablet dan paket kuota internet kepada siswa, SMPN 9 Kendari juga memberikan bantuan dana pendidikan dan seragam sekolah bagi pelajar yatim piatu atau siswa yang dianggap kurang mampu, senilai kurang lebih Rp20 juta rupiah.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengaku sangat mengapresiasi hal yang dilakukan oleh SMP Negeri 9 Kendari dan kegiatan positif ini berharap bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Kendari dalam membantu siswa yang terkendala dalam hal proses belajar di tengah Pandemi.

“Dalam situasi seperti ini yang dibutuhkan inisiatif, terbukti SMP Negeri 9 Kendari mampu melakukannya, saya yakin sekolah lain juga mampu melakukan demikian, saya berharap ini menjadi momentum semua insan pendidikan, mari kita tidak menyerah dengan keadaan dan terus melakukan upaya-upaya kreatif untuk ditempuh,” kata Sulkarnain Kadir, Senin (7/9/2020).

Sulkarnain juga menambahkan, ada beberapa bantuan yang diberikan kepada orang tua siswa untuk menunjang proses belajar dari tablet, kuota internet, seragam sekolah, bahkan biaya pendidikan.

“Alhamdulillah dengan inisiatif hari ini ada 410 tablet yang dibagikan untuk mensupport anak-anak kita belajar dari rumah, kemudian ada paket data yang di berikan oleh pihak XL, kemudian juga bantuan berupa dana pendidikan yang di berikan ke beberapa orang yang memang dianggap membutuhkan, juga seragam sekolah,” jelasnya

Wali Kota Kendari juga mengatakan, bahwa saat ini sejumlah kelurahan di Kendari sudah memiliki fasilitas internet, itu bisa dimanfaatkan oleh siswa yang ada disekitar kntor untuk proses belajar jikalau kekurangan paket internet.

yamaha

Kepala SMPN 9 Kendari, Milwan, mengatakan dengan adanya pembelajaran jarak jauh atau daring banyak kendala dalam proses pembelajaran terutama tugas-tugas dan beban orang tua siswa membiayai anak-anaknya terutama berkaitan dengan sarana dan prasarana.

“Banyak yang tidak memiliki HP android, ada sama sekali siswa yang tidak memiliki HP android, ada yang memakai satu HP untuk dua orang siswa, ada yang masih memakai HP milik orang tuanya, dan ada yang masih numpang di HP teman atau keluarganya untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran, maka dari itu kami berinisiatif bahwa dengan bantuan ini kami akan pindahkan dari sekolah kerumah untuk dipakai,” ucap Milwan.

Milwan juga menegaskan, bahwa bantuan yang diberikan harus benar benar diperuntukan dalam menunjang proses belajar yang menjadi keluhan selama proses daring ini.

“Kami juga telah membuatkan berita acara supaya terpelihara dan ada aturannya tidak boleh dibawa keluar rumah, dipinjamkan, dan akan di evaluasi setiap bulan sekali,” tegasnya.

Amirudi Sirua, salah satu orang tua siswa yang anaknya duduk di bangku kelas 8 ini, juga mengakui bahwa proses pengerjaan tugas yang diberikan guru sering terkendala masalah kuota internet

“Kami dari orang tua siswa sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan karena sangat membantu anak kami dalam proses belajar mengajar, memang terkadang masalah peket yang menjadi kendala dalam penyelesaian tugas sekolah,” ungkapnya. (B)

Laporan: Riswan
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.