Soal Pilrek UHO, “Saya Menyakini Rekomendasi Itu Tidak Muncul Tiba-tiba”

SULTRAKINI.COM: Jamhir Safani menilai dan berharap rekomendasi Direktorat Jenderat Dikti yang meloloskan dirinya pada tahapan selanjutnya pemilihan rektor Universitas Halu Oleo (UHO) bisa dilaksanakan.

Hasil seleksi administratif pilrek UHO periode 2021-2025 tertanggal 30 Maret 2021 menyatakan, Jamhir Safani menjadi satu dari total 12 orang pendaftar pilrek UHO. Tapi ia gagal masuk tujuh besar bakal calon rektor.

Namun belakangan, tersebar surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tertanggal 15 April 2021 yang menyatakan sejumlah poin. Salah satunya disebutkan Jamhir Safani diloloskan dalam penjaringan bakal calon mesti diduga melakukan tindakan plagiasi diri. Ia lolos seleksi karena tindakan itu belum diatur dan tidak termasuk dalam definisi plagiasi Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010.

(Baca juga: Isu Plagiat Terendus di 7 Bakal Calon Rektor UHO)

Untuk itu dalam surat disebutkan Senat UHO diharapkan menindaklanjuti rekomendasi itu, meninjau kembali keputusan senat sesuai notula rapat senat UHO pada 21 Maret lalu, serta melakukan penjaringan ulang dan pendalaman bakal calon rektor.

(Baca juga: Endus-endus Plagiat pada Pilrek UHO)
(Baca juga: Zamrun Firihu Plagiat, Gugur pada Pilrek UHO?)

Menurut Jamhir Safani, perguruan tinggi negeri adalah organisasi yang secara hirakis menginduk di Kemendikbud yang secara fungsional di bawah koordinasi Direktorat Jenderal DIKTI. Terkait masalah dalam pilrek UHO, kata dia, pihak DIKTI menjalankan perannya memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi lewat rekomendasi yang diberikan dari kementerian untuk Ketua Senat.

“DIKTI sebagai induk semangnya. Oleh karena itu jika ada persoalan-persoalan krusial terkait kampus yang dinilai tidak dapat diselesaikan di dalam kelembagaan kampus, penyelesaiannya dapat dimintai kepada DIKTI. Saya menyakini rekomendasi itu tidak muncul tiba-tiba, tetapi melalui serangkaian pemeriksaan berbasis data dan informasi,” ucapnya, Rabu (21/4/2021).

Ia berharap, rekomendasi DIKTI dapat dilaksanakan, khususnya terkait dengan putusan terhadap dirinya. Senat Akademik UHO diharapkan menghargai kerja keras tim Kemendikbud atas putusan terhadap dirinya.

“Saya juga belum tahu apa motivasi belum dijalankannya rekomendasi ini. Tapi kita mengikuti saja proses yang sedang berjalan,” tambahnya.

Sebelumnya Ketua Senat UHO, Takdir Saili membenarkan adanya surat rekomendasi dari kementerian. Namun itu dinilainya hanya sebatas rekomendasi dan tidak serta merta dilaksanakan oleh Senat. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terkait tulisan atau karya ilmiah yang disangkakan dalam hasil pemeriksaan kementerian dan tertuang dalam surat tersebut.

“Betul itu surat dari Kemendiknas, tapi yang jelas saat ini tidak ada yang digugurkan dan diloloskan. Kesimpulan rapat senat tadi siang, semua menunggu hasil pemeriksaan (tulisan yang diduga plagiat) senat dan klarifikasi Pak Zamrun di pusat. Diperkirakan pemeriksaan dilakukan senat kurang lebih 10 hari,” jelas Takdir, Senin (19/4/2021). (C)

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.