SULTRAKINI.COM: Dari lisan seorang pemain ‘panggung politik’ dunia, Donald Trump dalam pidatonya digedung Putih lalu (7/12/2017) dengan bangga dan nafsu penjajahnya mengumumkan bahwa al Quds (Yerusalem) adalah Ibu kota Yahudi. Lalu Trump memerintahkan Kementrian Luar Negeri untuk mempersiapkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds. Sesuai janji kampanyenya (Sumber, Al-‘Arabiyah.net)
Solusi Pasti Pengembalian Palestina ke Pangkuan Kaum Muslim
Siti Maisaroh S.Pd

Hal demikian telah mengundang ‘emosi dunia’. Khususnya Indonesia, saat opini ini ditulis, (17/12/2017) dimana diadakan aksi bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat. Umat Muslim mendesak presiden dan pemerintah negeri bermayoritas penduduk Muslim ini untuk mengambil sikap tegas atas pernyataan Trump tersebut. Haru rasanya memandang ribuan saudara Muslim yang berjalan kaki untuk turut serta dalam aksi damai itu. Semangat jihad terpancar dari seruan takbir mereka. 

Bukan hanya dari Indonesia, semangat jihad juga merebak dari Hamas yang juga mendesak Palestina, umat Muslim dan dunia Arab untuk melawan keputusan Trump, (8/12/2017) dan menyebutnya sebagai ‘Hari Kemarahan’. “Keputusan ini telah membunuh proses perdamaian, membunuh  kesepakatan dan proses pemukiman”, kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di kota Gaza, Kamis (7/12/2017). Ismail juga menghimbau kepada presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menarik diri dari proses perdamaian dengan Israel. (Sumber, CNN Indonesia)

Menjadi pertanyaan mendasar, mengapa kaum Muslimin sebegitu ‘marahnya’ dengan keputusan sepihak Trump itu. Tidakkah cukup hanya dengan mengirim logistik (obat, makanan dan selimut) saja. Kaum Muslim dimanapun berada wajib tahu, mengapa saudara-saudari kita disana lebih baik mati ditanah sendiri (Palestina) sebagai syahid, daripada harus keluar mencari aman. 

1. Dahulu, Palestina adalah tempat tinggal para Nabi. Nabi kita Ibrahim AS, hijrah ke Palestina. Nabi Luth AS, diselamatkan oleh Allah SWT dari azab yang turun pada kaumnya, menuju Palestina. Nabi Daud AS tinggal di Palestina, Nabi Sulaiman AS, Nabi Zakaria AS, juga tempat kelahiran nabi Isa AS. Itulah mengapa Palestina termasuk negeri yang diberkahi, banyak jejak manusia mulia disana. 

2. Dahulu, kiblat pada awal diperintahkannya sholat adalah menghadap Palestina. Demikian juga ketika Nabi SAW melakukan isra’, beliau pergi ke baitul Maqdis sebelum mi’raj ke langit. Menjadi terminal pertama beliau setelah berangkat dari Mekah menuju langit.  

3. Pada masa keemasan penaklukan Islam dimasa Umar al Faruq RA. Beliau tidak pernah keluar dari Madinah untuk merayakan penaklukan negeri, kecuali Palestina. Beliau bahkan menyelamatkan orang-orang Nasrani dari penindasan orang-orang Romawi pada saat itu. Kemudian dibuka lagi oleh Shalahuddin al Ayubi dihari bersejarah tahun 583 H. 

4. Termasuk tanah suci. Allah berfirman “Demi buah Tin dan buah Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota Mekah ini yang aman.” (At Tin:1-3). Ibnu Abbas dalam tafsirnya berkata, at Tin adalah negeri Syam, az Zaitun negeri Palestina dan bukit Sinai adalah gunung dimana Allah bicara pada Musa AS di Mesir dan negeri yang aman adalah Mekah. 

Itu alasan mendasarnya, walaupun ada juga pihak yang mengatakan bahwa

Indonesia harus membalas hutang budi pada Palestina, karena dahulu Palestina adalah salah satu Negara yang mendukung penuh kemerdekaan Indonesia. Menurut penulis, itu adalah alasan dalam poin yang kesekian lagi. 

Menggaris bawahi poin ke 3. Dimana Palestina dahulu telah ditaklukan oleh kaum Muslim, tentunya dengan kekuatan Militer yang handal. Yang dikirim oleh sebuah institusi Negara adidaya. Tak cukup hanya dengan pengiriman logistik apalagi sekedar kecaman dan kutukan kepada Israel. 

Juga sangat disayangkan, jika kaum Muslim masih berharap banyak pada PBB yang dilahirkan dan dibesarkan ditangan Amerika.  Atau berharap pada kebijakan negeri sendiri, yang terkesan maju mundur menghadapi Amerika dan sekutunya. 

Inilah penting dan wajibnya keberadaan sebuah institusi Negara yang menerapkan aturan Islam, yang selalu menjaga darah, tanah dan kemuliaan kaum Muslim. Ialah Khilafah Islamiyah, yang siap memberikan solusi pasti. Mengusir Israel dari tanah Palestina secara tuntas. Lalu mengembalikan Palestina ke pangkuan kaum Muslim yang memang memiliki hak atasnya. Tapi lihatlah yang terjadi wahai saudaraku, betapa membuncah dan berkecamuknya semangat juang dan jihad Ayah kita, Saudara laki-laki kita, namun terhalang oleh kebijakan negeri ini yang masih setengah hati memberikan dukungannya kepada saudara kita di Palestina sana. 

Marilah kita songsong kembalinya kehidupan Islam, yang tak segan mengirim pasukan militernya untuk saudara kita disana. Juga yang dikenal dan disegani oleh kawan, juga pasti ditakuti lawan. Ialah khilafah, Negara yang menerapkan aturan Islam. Wa’allahu a’lamu bishowab.



Penulis  : Siti Maisaroh S.Pd ( Penulis buku motivasi remaja "MERDU" )

No. Tlpn : 085241007457.

Alamat   : Jln. Murhum nomor 109 kota Baubau

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations