STHQ 2021 Tingkat Sultra Ditutup, Berikut Perolehan Medalinya

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Seleksi Tilawatil Quran&Hadis (STHQ) ke XXVI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara resmi ditutup di Kota Kendari, Selasa (6/4/2021). Berdasarkan hasil peringkat, Kabupaten Kolaka menduduki posisi pertama di antara 16 kabupaten/kota lainnya di Sultra.

STHQ ke XXVI tingkat Sultra diikuti 263 orang peserta dari 17 kabupaten/kota. Berdasarkan hasil lomba, Kabupaten Kolaka menduduki posisi pertama disusul Muna dan Konawe Utara. Berikut secara berurutan peringkat perolehan kejuaraan pada STQH tingkat Sultra.

  1. Kabupaten Kolaka: lima emas, tiga perak, dan lima perunggu;
  2. Kabupaten Muna: enam emas, dua perak, dan satu perunggu;
  3. Kabupaten Konawe Utara: empat emas dan satu perak;
  4. Kabupaten Kolaka Timur: dua emas, dua perak, dan empat perunggu;
  5. Kota Kendari: dua emas dan dua perak;
  6. Kabupaten Buton Tengah: empat perak dan dua perunggu;
  7. Kabupaten Konawe Kepulauan: satu emas dan satu perak;
  8. Kabupaten Kolaka Utara: dua perak dan satu perunggu;
  9. Kabupaten Konawe Selatan: satu perak dan satu perunggu;
  10. Kabupaten Muna Barat: satu perak;
  11. Kabupaten Buton: satu perak;
  12. Kabupaten Buton Utara: dua perunggu;
  13. Kabupaten Buton Selatan: dua perunggu;
  14. Kabupaten Wakotobi: satu perunggu;
  15. Kabupaten Bombana: satu perunggu.

Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Mussad, mengatakan para juara terbaik akan dipersiapkan untuk STQH tingkat nasional di Provinsi Maluku Utara.

“Peserta juara untuk STQH ini tentu akan membawa harum Provinsi Sultra di ajang STQH nasional. Mohon dukungan dari Bapak gubernur dan Bapak wakil gubernur mudah-mudahan peserta kafilah dari Sultra membawa nama harum Provinsi Sultra di Provinsi Maluku Utara pada Oktober mendatang,”ucapnya.

Sementara Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengapresiasi bagi daerah- daerah yang mengikuti STQH 2021.

“Saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Semoga prestasi yang diraih akan menjadikan harapan dan semangat kita,” ujarnya. (C)

Laporan: Mahatma Adnan Nuari
Editor: Sarini Ido

1 Komen
  1. Igo berkata

    Penanaman nilai nilai religius akan lebih baik jika dilakukan pada usia dini, ormas ormas atau komunitas komunitas dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk hal ini, sehingga dapat dapat terciptanya akhlakul karimah pada generasi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.