Stikes Karya Kesehatan Kendari Edukasi Cara Menjaga Diri Sejak Dini, Yuk Belajar Bersama

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dosen bersama mahasiswa mahasiswi Stikes Karya Kesehatan Kendari berkunjung ke SDN 51 Kendari, Senin (16/12/2019). Kedatangan mereka ini ingin bertemu langsung para murid di ruang kelasnya dan mengajak mereka belajar bersama cara menjaga kesehatan diri sendiri.

Total enam topik edukasi diperkenalkan Stikes Karya Kesehatan Kendari di hadapan para murid. Pembagian topiknyapun disesuaikan dengan tingkatan kelas murid. Seperti, kelas I dan II edukasi cara mencuci tangan yang benar; kelas III edukasi gemar bermain mainan tradisional; kelas IV edukasi bahaya bermain gadget; kelas V edukasi menjaga diri dari pedofil; kelas VI edukasi murid menjaga keamanan diri saat berada di jalan raya.

Semua topik tersebut diterapkan dengan melibatkan 15 dosen dan 29 mahasiswa semester tujuh.

Metode yang dilakukan para mahasiswa untuk menarik perhatian peserta didik, yakni duduk bersama antara pendidik dan peserta didik sembari memberikan edukasi, sehingga penjelasan yang tidak dipahami langsung mendapat bimbingan.

Ada juga metode lain, yaitu mahasiswa menjelaskan langusng di depan kelas. Cara ini dikhususkan di kelas V dan VI.

“Seperti penjagaan diri dari pedofil, ini kami ajarkan ke siswa misalnya ada orang yang mendekatinya lalu tidak dikenal maka dia berusaha berteriak meminta tolong,” terang Dosen Stikes Karya Kesehatan Kendari, I Wayan Romantika.

Khusus edukasi reproduksi, pihak kampus mengajarkan seputar daerah tubuh yang boleh disentuh orang lain maupun sesama rekannya dan sebaliknya. Misalnya, bagian tubuh tidak boleh di sentuh sembarangan orang lain, yakni bagian mulut, dada, alat kelamin, bokong.

Termasuk edukasi lima aturan tentang tubuh.

Pertama, Aku adalah pemilik tubuhku,aku berhak menolak bila ada org lain menyentuk,memeluk atau menciumku.

Kedua, Bagian pribadiku ditutup dengan pakain dan aku tidak bermain dengan bagian peribadiku.

yamaha

Ketiga, tidak seorangpun boleh menyuruhku menyimpan rahasia,terutama bila membuatku sedih dan menangis.

Keempat, menggunakan istilah pribadi itu tidak lucu dan aneh,semua org memilikinya.

Kelima, aku tahu siapa yg aku ajak bicara,terutama pada saat aku takut dan sedih,jika seseorang melanggar aturan aku harus segera memberitahu orang yg bs menolongku.

“Anak-anak diajarkan dengan cara diajak menonton video anime, selanjutnya diajak menyanyi tentang mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh,” jelasnya.

Selain sosialisasi, dosen juga mengajarkan mahasiswanya untuk mengumpulkan data di lapangan dan menemukan masalah-masalah kesehatan yang dialami anak sekolah dasar.

“Ini kesempatan mahasiswa mahasiswi kami agar menemukan masalah dan bisa dijadikan sebagai penelitian untuk skripsi,” jelas Wayan.

Ia berharap agenda tersebut terus berlanjut di setiap semester dan berlangsung secara berkala.

Kepala SDN 51 Kendari, Rosmawati menyambut baik kegiatan dosen dan mahasiswa Stikes Karya Kesehatan Kendari. Sebab peserta didiknya mendapatkan pelajaran tambahanan di luar dari pendidikan formal. Terlebih menyangkut menjaga kesehatan diri sendiri.

“Ini bagus supaya anak-anak punya dasar dengan kesehatan dan menjaga diri sendiri dari minuman dan makanan yang bersih, terutama saat ini banyak kasus pedofilia,” ujar Rosmawati. (Adv)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.