Stikes Karya Kesehatan Kendari Raih Klaster Madya dari Dirjen Kemenristek

SULTRAKINI.COM: KENDARI – STIKes Karya Kesehatan Kendari berhasil mencapai peringkat Klaster Madya pada urutan ke 522 dari total 1977 institusi seluruh Indonesia dengan jumlah perguruan tinggi yang masuk dalam klaster madya sebanyak 479.

Peringkat itu berdasarkan pengumuman Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan hasil Peringkat Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Penelitian yang diumumkan di laman Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan alamat URL http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ dengan nomor surat B/850/E2.4/RS.04/2019.

Adapun klasterisasi ini adalah upaya Kemenristek melakukan pengelompokkan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Penelitian periode tahun 2016 – 2018. Pengelompokkan tersebut mencerminkan kinerja penelitian sebuah institusi perguruan tinggi sebagai salah satu pelaksanaan dari Tri Dharma Pendidikan. Tingkatan klaster tersebut antara lain klaster Mandiri, Utama, Madya, dan Binaan.

Klasterisasi atau pengelompokan ini merupakan dasar penentuan kewenangan dan alokasi pendanaan penelitian. Alokasi tersebut erat kaitannya dengan skema pendanaan penelitian yang dapat diikuti oleh perguruan tinggi dengan meningkatnya klaster, maka STIKes Karya Kesehatan yang meningkat klasternya dari binaan ke madya memiliki kesempatan untuk bersaing lebih ketat dengan peneliti dosen seluruh Indonesia.

Muhammad Syaiful, ST., M.Si sebagai Ketua STIKes Karya Kesehatan langsung memberikan arahan kepada Ketua LPPM STIKes Karya Kesehatan Diah Indriastuti, S.Kep., Ns., M.Kep untuk segera melakukan evaluasi diri mengenai hasil penilaian yang telah didapatkan.

“Peningkatan yang sudah dicapai ini jangan sampai membuat terlena sehingga dapat menurunkan kinerja untuk 3 tahun ke depan,” ungkap Diah Indriastuti, Sabtu (23/11/2019) melalui keterangan tertulisnya.

Katanya, kinerja yang harus dipertahankan diantaranya meliputi sumber daya penelitian yang menyumbang nilai sebanyak 30%, manajemen penelitian dinilai sebanyak 15 %, luaran atau output penelitian menyumbang nilai paling besar yaitu sebanyak 50% dan revenue generating sebanyak 5%.

Wanita berhijab ini menjelaskan, berdasarkan capaian tersebut, akumulasi penilaian tersebut dapat dicapai dengan melakukan penelitian dan kegiatan yang mendukung lainnya secara berkesinambungan. Peta penelitian akan memandu institusi untuk mewujudkan kinerja penelitian yang mumpuni dengan tujuan peningkatan klater institusi.

“STIKes Karya Kesehatan telah siap dengan peta penelitian yang disusun dalam rencana strategis LPPM untuk menjalankan dharma penelitian. Harapannya dalam 3 tahun ke depan, STIKes Karya Kesehatan dapat mencapai peningkatan menjadi klaster Utama atau Mandiri,” pungkasnya.

Editor: Hasrul Tamrin

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.