Sulitnya Ungkap Maling Museum Sultra, Terima Alamat Palsu Hingga Petunjuk Luntur

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pengungkapan maling barang antik koleksi Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara masih menjadi misteri. “Endus-endusan” Polsek Baruga belum mengarah ke titik terang kasus tersebut.

Kapolsek Baruga, AKP Gusti Komang Sulastra, mengaku pihaknya masih terus menyelidiki dan berkoordinasi hingga ke luar provinsi guna mencari petunjuk kasus pencurian pada akhir Januari 2021 tersebut.

“Kami mendapat informasi. Kemarin ada dua barang kuno diamankan di wilayah Makassar, namun tidak ada satupun barang yang identik dengan barang yang hilang di museum dan orang yang diamankan merupakan warga Kendari,” ucapnya, Selasa (2/2/2021).

Warga yang diamankan itu juga mengaku warga Abeli, Kota Kendari. Namun, alamat yang diberikan ternyata palsu.

“Saat dicek alamat yang diberikan oleh diduga pelaku bukan alamat yang sebenarnya,” ujarnya.

Polisi juga kesulitan mengungkap identitas pelaku melalui sidik jari di tempat kejadian perkara. Kapolsek mengatakan, petunjuk itu sulit diidentifikasi.

“Hingga saat ini belum ada bukti yang mendukung untuk mengindentifikasi pelaku, bahkan sidik jari di TKP luntur sehingga menyulitkan kami,” terangnya.

Koleksi barang antik Museum dan Taman Budaya Provinsi Sultra sebelumnya kemalingan. Tidak ada yang tahu jumlah pelaku. Yang jelas, ratusan barang antik tersimpan di sejumlah ruang koleksi hilang dibawa kabur.

Tidak ada pula petunjuk CCTV di lokasi kejadian, sebab pengaman ini rusak sebelum insiden itu terjadi. Jejak barang antik yang tidak sempat diambil bahkan ditemukan di luar bangunan. (C)

(Baca: Barang Antik Museum Sultra Ditemukan di Luar Bangunan, Diduga Jalur Masuknya Maling)

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.