Pelantikan kapolri

Sulli f(x) Bunuh Diri, Hati-hati Nyinyiran di Medsos bisa Bawa Petaka bagi Penggunanya

SULTRAKINI.COM: Beragam komentar mulai dari pujian hingga cacian, entah itu menanggapi suatu fenomena atau tingkah laku seseorang kini tersalurkan melalui media sosial (medsos). Tak jarang, warganet menjadikan medsos sebagai sarana mem-bully seseorang. Parahnya, orang yang bersangkutan hingga memutuskan untuk bunuh diri akibat dari cibiran tersebut.

Di balik dampak positif didapatkan dari pemanfaatan medsos, komunikasi tanpa batasan ruang dan waktu ini juga bisa membawa keburukan bagi penggunanya.

Menurut Andre Sourander, MD, PhD, seorang psikiater anak di Turku University Finlandia, sebaiknya orang tua, guru di sekolah bahkan remaja itu sendiri harus sadar dan paham akan bahaya yang timbul dari cyber bullying.

Hasil riset polling Indonesia yang bekerjasama dengan asosiasi penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan, ada sekitar 49 persen netizen yang pernah menjadi sasaran bullying di medsos.

Menurut Sekjen APJJI, Hendri Kasyfi, angka ini diperoleh dari hasil survei yang dilakukan kepada para pengguna internet di Indonesia selama periode Maret hingga 14 April 2019.
Kata Hendri dengan berkomentar kasar akan berdampak negatif pada korban yang mengakibatkan korban merasa ketakutan, tertekan, akan mengalami gangguan emosional dan fisik yang cukup parah.

Sebagai contoh korban cyber bullying adalah meninggalnya Sulli f(x) yang melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri di kediamannya Seongnam pada Senin, 24 Oktober 2019. Perempuan berparas cantik ini diduga mengalami depresi berat akibat ujaran kebencian dan komentar jahat dari netizen.

Kasus serupa juga dialami Yoga Cahyani. Perempuan ini nekat menabrakan dirinya ke kereta api di Yogyakarta pada Sabtu 26 Mei, diduga karena tekanan dan hujatan akibat gagalnya acara musik Locstock Fest 2.

Dari berbagai sumber
Laporan: Ilam Sari

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.