Iklan Clarion

Sumber Air Desa Lambelu sudah Dekat, SPAM akan Difungsikan

SULTRAKINI.COM: MUNA – Sumber air sudah dekat di Desa Lambelu, Kecamatan Pasikolaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Air bersih yang mengalir hasil pengerjaan proyek Sarana Prasarana Air Minum (SPAM) kini akan dimanfaatkan warga setempat.

SPAM di Desa Lambelu dibangun menggunakan APBD di 2017 senilai Rp 550 juta.

Kepala Desa Lambelu, La Ode Hananu mengungkapkan kesyukurannya atas pembangunan tersebut. Kini beban keterbatasan air bersih warga desa bisa teratasi. Warga tinggal menimbah air dari rumah mereka.

“Jika penyerahan sudah dilakukan Dinas PU Kabupaten Muna kepada Desa Lambelu untuk mengelola SPAM ini, rapat musyawarah mencari solusi mengenai biaya solar dan gaji pengelola akan dilakukan,” kata dia.

Sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus menempuh jarak sekira dua kilometer menuju mata air Kowa-kowa menggunakan kendaraan sejak tujuh tahun terakhir. Air yang diperoleh itu, biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum, mandi, mencuci, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.

Misalnya, Hasim Rimpi. Warga desa setempat merasakan sulitnya memperoleh air bersih sebelum adanya SPAM. “Sebelumnya kita mengambil air dari mata air Kowa-kowa, saat ini kita bisa mendapatkan langsung di rumah masing-masing,” ucapnya.

Menurut PPTK Dinas PU Kabupaten Muna, Toni Sina, hasil pemeriksaan dan peninjauan secara teknis selama seminggu, SPAM dapat berfungsi, air pun nampak mengalir dengan lancar.

“Pengujian minggu lalu, airnya sudah mengalir ke bak penampung dan sudah bisa mengalir ke rumah warga,” jelas Toni kepada SultraKini.Com melalui sambungan telepon, Kamis (22/3/2018).

Meski sebelumnya terkendala pipa bocor, dirinya mengaku itu telah diatasi oleh kontraktor.

“Kami tinggal menunggu pihak Inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan. Semua sudah siap untuk difungsikan, jika sudah diperiksa Inspektorat, pengerjaan dinyataan 100 persen dan kita akan melakukan serah terima ke Desa Lambelu,” terangnya.

Desa Lambelu juga pernah menerima bantuan SPAM dari Bank Dunia tahun 2005. Namun sarana itu tidak berfungsi dengan baik.

 

Laporan: La Ode Alim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.