Surat KSOP Kendari Dicabut, Aktifitas Buruh di Pelabuhan Kendari – Wawonii Normal

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aktifitas buruh di Pelabuhan Kendari – Wawonii yang sempat direncanakan akan dipindahkan di Pangkalan Perahu dipastikan normal kembali. Setelah Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari mencabut surat keputusannya tentang rencana pemindahan kapal, dibatalkan.

Sebelumnya, KSOP Kendari dalam suratnya terkait penataan terminal-terminal dalam wilayah kerja Pelabuhan Kendari berencana akan memindahkan Pelabuhan Kendari – Wawonii ke Pangkalan Perahu.

Pembatalan rencana pemindahan kapal setelah digalar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) antara buruh Pelabuhan Wawonii – Kendari yang tergabung tergabung dalam Forum Kelembagaan Serikat Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Kendari (SBMPK), Dinas Perhubungan Sultra, PT. Pelindo Persero dan KSOP Kendari, Rabu (27/1/2021).

“Setelah mendengar dan menyimak secara seksama, maka DPRD Sultra memutuskan surat edaran KSOP Kendari dicabut,” kata Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi saat memimpin rapat, Rabu (27/1/2021).

(Baca juga: RDP Buruh Ricuh, Kadis Perhubungan Sultra dan KSOP Kendari Dilarikan ke Luar Ruangan)

Suwandi melanjutkan, Komisi III bersama Banggar akan melakukan konsolidasi awal untuk menganggarkan Pelabuhan Tambatan Perahu. Hal itu menjadi Pertimbangan Pemprov Sultra.

“Penganggaraannya masuk di tahun anggaran 2021 dan fisiknya tahun 2022,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Kelembagaan Serikat Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Kendari (SBMPK) Pelabuhan Fery Kendari – Wawonii dan Serikat Buruh Maritim Pelabuhan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dan LSM Lembur Sultra melalukan aksi di Kantor DPRD Sultra, Senin (25/1/2021).

Mereka menyatakan menolak surat dari KSOP Kendari, terkait penataan terminal-terminal dalam wilayah kerja Pelabuhan Kendari. Sebab    surat tersebut belum ada titik temu dengan para buruh. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.