SUARA

Tahun Ini, BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Kelola Dana Rp 368 Triliun

SULTRAKINI.COM: JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan dana kelolaan mencapai Rp 367,88 triliun pada tahun ini, atau naik 15,96 persen dari tahun lalu sebesar Rp 317,26 triliun.

Kenaikan target dana kelolaan tersebut akan ditopang oleh iuran tahun 2018 yang ditargetkan naik 14,34 persen dari Rp 56,41 triliun tahun lalu menjadi Rp 64,37 triliun

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, 2018 ini pihaknya menargetkan jumlah kepesertaan aktif mencapai 29,65 juta perserta, naik 13,03 persen dari realisasi tahun lalu.

“Kami optimis dapat menaklukkan tantangan tahun 2018”, kata Agus melalui keterangan resmi, Selasa (30/1/2018).

Agus menambahkan, dari sisi jumlah pemberi kerja aktif juga mencapai target yang ditetapkan, yaitu sebanyak 488.188 atau mencapai 114,86 persen dari target sebesar 425.000.

Kemudian dari sisi pencapaian iuran, realisasi tahun 2017 mencapai Rp 56,41 triliun, atau mencapai 101,88 persen dari target sebesar Rp 55,37 Triliun.

Sementara hasil investasi mencapai Rp 26,71 triliun, atau mencapai 107,53 persen dari target hasil investasi sebesar Rp24,84 triliun.

yamaha

“Pengelolaan dana investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian atau Yield on investment (YOI) sebesar 9,4 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, alokasi aset BPJS Ketenagakerjaan untuk tahun 2017 didominasi surat utang sebesar 58,70 persen, kemudian diikuti saham sebesar 18,99 persen, deposito sebesar 12,46 persen, reksadana 9,13 persen, properti 0,58 persen dan penyertaan 0,13 persen.

Untuk pembayaran klaim dan jaminan yang dilakukan sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 25,36 triliun dengan total klaim sebanyak 2,04 juta dari 4 program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk tahun 2018 ini, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan aktif sebesar 29,65 juta pekerja yang meningkat sebanyak 13,03 persen dari realisasi tahun 2017.

Untuk total iuran, BPJS Ketenagakerjaan mendapat target sebesar Rp 64,37 triliun yang meningkat 14,34 persen dari tahun 2017.

“Kami akan terus meningkatkan kinerja institusi sekaligus juga memberikan pelayanan terbaik untuk peserta di tahun 2018 ini,” pungkasnya.

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.