SULTRAKINI.COM: KOLAKA - Komisi III DPRD Kolaka meminta pihak PLN Kolaka agar memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Rusman usai memimpin rapat dengar pendapat dengan PLN Ranting Kolaka pada Senin, 16 Oktober 2017.

Tak Beri Kontribusi, PLN Kolaka Dihearing DPRD Kolaka
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Rusman. (Foto: Mirwan/SULTRAKINI.COM)

Pihak PLN juga didesak memberikan kontribusinya atau CSRnya kepada masyarakat dan daerah Kolaka seiring dengan adanya bantuan tambahan daya listrik 5 MW dari PT Antam untuk diperjualbelikan.

"Bayangkan berapa keuntungan mereka dapat selama ada bantuan suplai daya tersebut, mereka beli kan hanya sekitar 650an per kWh, sementara dijualkan dua kali lipatnya dari harga itu, jadi wajarlah kalau mereka harus memberikan pelayanan prima dan kontribusi sebagai bagian CSR," kata Rusman.

Selain keuntungan penjualan itu, suplai daya PLN juga bebas dari biaya pemeliharaan mesin, biaya tenaga kerja dan lain-lainnya. "Jadi ada beberapa keuntungan yang harusnya mereka sisihkan juga ke masyarakat dan daerah, karena biar bagaimana berhasilnya hal tersebut atas tuntutan masyarakat dan juga bantuan dari pemerintah setempat," ungkap Rusman.

Pihak DPRD mempertanyakan perihal pajak Penerangan Lampu Jalan yang diambil dari pengguna listrik dari tahun ke tahun besarannya tetap. "Masa dari tahun ke tahun tidak pernah berubah, 500 juta terus pertahun, ini ada apa. Padahal kalau mau dipikir, pelanggan bertambah terus, apalagi setelah ada tembahan 5 MW itu, dan pembayaran pajak itu dipotong tiap bulan 10 persen dari pemakaian, ini yang kita desak," katanya.

Terkait hal itu, kata Rusman PLN Kolaka belum bisa memberikan jawaban pasti, sehingga akan diagendakan pertemuan berikutnya dengan pimpinan rayon PLN wilayah Sulawesi. "Tadi mereka beralasan tidak bisa mengambil kesimpulan karena katanya masih ada pimpinan wilayah, mereka hanya ranting, makanya kita akan agendakan pertemuan dengan pejabat PLN yang bisa mengambil kesimpulan," terang Rusman.


Laporan: Mirwan/Suparman Sultan

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations