SULTRAKINI.COM: Seperti disampaikan dr Boy Abidin, SpOG, setiap orang sebenarnya memiliki bakat tumor di seluruh tubuhnya. Hanya saja, tumor tersebut ada yang bersifat jinak, atau ganas yang kerap disebut kanker.
Tanda-Tanda Tumor Ganas di Payudara dan Pencegahannya
ilustrasi (Foto: google)

"Untuk mengetahui apakah jinak atau ganas, bisa lakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dengan meraba daerah payudara mulai dari atas bawah, lalu melingkar sampai ketiak," ujarnya di SCTV Tower beberapa waktu lalu, ditulis Rabu (1/11/2017).

Bila terasa ada tumor, kata dia, perhatikan betul sebesar apa, di mana letaknya, apakah disertai nyeri atau semakin tumbuh dan hilang.

Jika selama sebulan benjolan tersebut tidak hilang dan justru tumbuh disertai beberapa tanda berikut, lakukan pemeriksaan diri ke rumah sakit untuk mengetahui kecurigaan kanker.

Pencegahan lebih baik

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang. Kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5 per 100.000 penduduk.

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) juga mencatat, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut. Padahal, bila pasien datang lebih cepat, penyebaran kanker masih bisa dicegah.

Boy menambahkan, penyebab kanker hingga saat ini masih belum diketahui, tapi beberapa faktor seperti, polusi dan makanan berpengawet disebut sebagai karsinogenik atau pemicu kanker. Yang penting dilakukan kini, yaitu menjaga berat badan ideal dengan olahraga.

"Olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan sinar matahari sebelum pukul 08.00. Sinar UV saat itu berubah dari provitamin D menjadi vitamin D," katanya.

Selain itu, sebisa mungkin cukup tidur. "Tubuh kita memiliki ritme sirkadian yang akan membantu produksi hormon lebih optimal. Pukul 10 malam, tidak ada cahaya, suara, dan tidur selama 5-6 jam sudah cukup," kata dia.

Hindari pula alkohol dan bagi wanita, cara terbaik menurunkan risiko kanker payudara adalah menyusui. Lakukan juga pemeriksaan mammografi di usia 40 tahun ke atas.


Sumber: liputan6.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations