SUARA

Tanggapi Serangan Hama Penggerek, BP4K: Ini Pengaruh Musim

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Tanaman padi di Konawe kini tengah terserang hama penggerek di sejumlah wilayah. Oleh pemerintah, serangan tersebut katanya telah dideteksi dari awal dan menyebut kondisi tersebut sebagai akibat keadaan cuaca.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Konawe, Muhammad Akbar menuturkan, serangan hama hampir mengenai seluruh pertanian, khususnya padi di Konawe. Namun kata dia, serangan tersebut tidak serampang dan berakibat parah.

“Serangan penggerek ini tersebar di beberapa kecamatan. Tetapi hanya beberapa titik-titik kecil saja per kecamatannya,” jelasnya.

Akbar mengaku, kondisi tersebut sudah dideteksi sebelumnya. Ia menilai, hal tersebut diakibatkan oleh keadaan musim. Selain itu, munculnya hama penggerek juga diakibatkan dari cara tanam petani itu sendiri. Dikatakan Akbar, petani seharusnya melakukan cara tanam yang selang seling di lahan yang sama. Agar mata rantai hama padi bisa terputus.

yamaha

“Biar mata rantai hamanya putus, baiknya setelah panen padi, lahannya dipakai tanah jagung atau tanaman jangka pendek lainnya. Hal itu memungkinkan mata rantai hama tanaman padi bisa putus,” jelasnya.

Akbar mengungkapkan, selepas musim panen saat ini, serangan hama tidak akan ada lagi. Sebab, serangan kali ini lebih pada faktor cuaca. Sehingga musimnya lewat, hamanya juga tidak akan ada lagi.

Terkait produktifitas hasil panen, Akbar mengaku juga mengalami penurunan akibat serangan tersebut. Jika biasanya, per hektanya bisa menghasilkan 60 karung gabah kering. Saat ini berkurang menjadi 50 karung saja.

“Selain produktifitas, harganya juga jatuh. Itu akibat kualitas padinya yang turun. Belum lagi dengan keadaan yang hujan, membuat para tengkulak menurunkan harga beli dengan alasan gabahnya basah. Tetapi kondisi ini akan secepatnya berakhir,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.