Tangkal Ancaman Teroris, Sesko TNI Kuliah Kerja di Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Salah satu upaya meningkatkan kedamaian dan menjaga adanya ancaman terhadap negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia mengirimkan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg XLV Sesko TNI tahun ajaran 2018 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/9/2018). Pemerintah Kota Kendari melalui Pelaksana Tugas Wali Kota Kendari, Sulkarnain menyambut baik hal itu.

Kepala rombongan KKDN, Kolonel Inf Anwar Kasim menyampaikan sambutan Komandan Sesko TNI, Letnan Jenderal R.M Trusono bahwa KKDN merupakan bagian dari kurikulum pendidikan reguler Sesko TNI yang terlaksana selama 5 bulan dari 7,5 bulan yang direncanakan di beberapa daerah seperti Provinsi Sulawesi Tenggara (Kota Kendari), Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Sebanyak 150 perwira siswa, terdiri dari 139 perwira TNI berpangkat kolonel dengan komposisi TNI AD 58 orang, TNI AL 41 orang, TNI AU 37 orang, wanita TNI tiga orang, dan enam orang perwira Polri berpangkat komisaris besar serta lima perwira negara sahabat yang berasal dari Australia, India, Madagaskar, Malaysia, dan Singapura.

“Sedangkan personal yang terlibat di wilayah Sultra kota Kendari saat ini sebanyak 41 orang terdiri pimpinan dan staf 7 orang, pakar 1 orang, pasis 30 orang, dan pendukung sebanyak 30 orang,” ucap Anwar Kasim saat menyampaikan sambutan Komandan Sesko TNI.

Foto bersama jajaran Pemkot Kendari bersama peserta KKDN Pasis Dikreg XLV SESKO TNI tahun ajaran 2018 di Aula Pola kantor Wali Kota Kendari, Selasa (4/9/2018). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Foto bersama jajaran Pemkot Kendari bersama peserta KKDN Pasis Dikreg XLV SESKO TNI tahun ajaran 2018 di Aula Pola kantor Wali Kota Kendari, Selasa (4/9/2018). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Kolonel Inf Anwar Kasim mengatakan, sesuai dengan kebijakan panglima TNI bahwa potensi terhadap ancaman NKRI harus secara cerdas diterjemahkan dari bentuk konflik yang sulit diprediksi. Dimana diameter konflik tidak lagi menjadi simetris melainkan menjadi asimetris, proxy dan hibrida.

“Setidaknya potensi ancaman yang perlu dicermati kedepan, antara lain dampak tantangan dunia baru, terorisme, perang cyber, ancaman opensif China, serta kerawanan keamanan di laut, geografi, demografi, dan kondisi sosial dari setiap wilayah yang berbeda-beda,” ujar Kolonel Inf Anwar Kasim, Selasa (4/9/2018).

Mencermati hal tersebut, kedatangan KKDN mempunyai peranan penting dalam membangun perspektif agar mampu menyusun sebuah konsep sumbangan pemikiran pengembangan sumber daya pertahanan negara untuk pemerintah daerah dan konsep sumbangan pemikiran penataan pertahanan wilayah untuk komando kewilayahan yang terkait beserta jajarannya.

“Kegiatan ini juga aplikasi langsung dari teori yang telah diterima oleh Pasis (Pasukan Inti Siswa) yang dihadapkan dengan kondisi dinamika langsung di lapangan,” bebernya.

Plt Wali Kota Kendari, Sulkarnain mengucapkan apresiasinya atas kedatangan rombongan KKDN di Kota Kendari. Hal itu merupakan momentum dan kesempatan untuk berbagi wawasan dan mempromosikan Kota Kendari kepada calon pimpinan tinggi TNI dengan harapan bisa bermanfaat untuk masyarakat Kota Kendari.

Menurut Sul panggilan akrab Sulkarnain, sampai kini kondisi Kota Kendari masih aman dan damai meskipun hidup dengan beberapa suku, agama, dan budaya. Namun disatu sisi, Pemkot juga terus mewaspadai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dari wilayah berkonflik.

“Di Kota Kendari ini gereja dan masjid ini saling berdampingan, bahkan ada yang hanya dibatasi dengan satu tembok. Ini menunjukkan harmonis pada masyarakat Kota Kendari,” ucap Sulkarnain.

Dirinya juga menyampaikan sehubungan Kendari yang baru saja melaksanakan Pilkada dengan kondisi aman dan tertib, meski adanya penurunan partisipasi pemilih akibat banjir.

“Alhamdulillah aktivitas masyarakat sampai saat ini tetap terus terjaga kondusivitasnya, karena ada prinsip lokal yang diadopsi oleh masyarakat Kota Kendari,” tambah Sulkarnain.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.