Tangkal Radikalisme, IKADI: Setiap Muslim Adalah Dai

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebagai bentuk respon terhadap maraknya radikalisasi belakangan ini, Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Sulawesi Tenggara membekali para dai selama dua hari (7-8/5/2016) di Aula Asrama Haji Kendari.

 

Kegiatan bertema \”Membentuk Dai Berkarakter dan Berwawasan Islam Rahmatan Lil Alamin\” ini, dihadiri 77 perwakilan dai dari seluruh daerah di Sulawesi Tenggara.

 

Ketua PW IKADI Sulawesi Tenggara, Amiruddin Rahim, menyampaikan bahwa sejatinya setiap muslim adalah da\’i.

 

Menurutnya menjadi dai bukan hanya saat di atas mimbar, namun seseorang yang berperilaku dan berkata positif ketika berada di tengah masyarakat juga merupakan dai.

 

\”Sesuai dengan jargon IKADI, dakwah rahmatan lil \’alamin, maka IKADI mencoba berdakwah sesuai dengan karakter dan budaya setiap masyarakat, tetapi tetap dalam koridor Islam dan senantiasa memelihara nilai positif yang ada di masyarakat,\” kata Dosen Pascasarjana Universitas Halu Oleo ini.

 

Ia berharap agar IKADI dapat senantiasa menjadi backup para dai ketika turun di masyarakat. Sehingga masyarakat tidak ragu menerima yang disampaikan oleh dai tersebut.

 

\”Maraknya paham radikalisme yang ditujukan ke Islam belakangan ini, membuat penerimaan da\’i negatif di masyarakat. Dengan adanya IKADI sebagai wadah para da\’i, masyarakat tak perlu lagi cemas karena da\’i yang hadir di tengah mereka jelas asalnya,\” pungkasnya.

 

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Rusmin mengucapkan terimakasih atas partisipasi semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

 

\”Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Juga kepada Pemerintah Kota Kendari yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,\” terang Rusmin.

 

yamaha

Asrun: Sampaikan dengan Bahasa yang Mudah Dipahami

 

Walikota Kendari, Asrun, membuka Pelatihan Dai yang dilaksanakan oleh PW IKADI Sulawesi Tenggara di Aula Asrama Haji Kendari, Sabtu (7/5/2016).

 

Dalam sambutannya, Asrun mengingatkan para dai ketika berdakwah, agar menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

 

\”Banyaknya masyarakat yang terjebak dengan aliran radikal belakangan ini, boleh jadi mereka tidak sepenuhnya paham Islam itu seperti apa. Oleh karena itu, menjadi tugas seorang da\’i untuk menyampaikan Islam di tengah masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami,\” kata Asrun.

 

Menurutnya, menjadi dai bukanlah sesuatu yang mudah. Seorang dai harus senantiasa meningkatkan kemampuannya. Selain itu, seorang dai juga harus seimbang antara perkataan dan perbuatannya.

 

\”Menjadi da\’i itu berat. Da\’i itu selain mengucapkan juga harus melakukan. Makanya menjadi da\’i harus senantiasa kemampuannya ditingkatkan,\” terangnya.

 

Asrun menilai perlu ada organisasi yang mewadahi para dai. Agar masyarakat punya rujukan ketika mendapati dai yang menyampaikan ajaran menyimpang.

 

Ia juga mendukung hadirnya organisasi para dai ini di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari, karena sejalan dengan program Pemerintah Kota Kendari, yakni Kota Spiritual.

 

\”Kami berharap dengan adanya organisasi ini dapat menangkal radikalisme di masyarakat. Semoga organisasi ini dapat menjadi pemicu kebangkitan Islam di Sulawesi Tenggara,\” pungkas Walikota dua periode ini.

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.