SULTRAKINI.COM: KENDARI - Sebanyak 1.300 mahasiswa bidikmisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara angkatan 2017 dibekali pendidikan bela negara, Minggu (12/11/2017). Pendidikan ini ditujukan untuk menangkal radikalisme di lingkungan kampus serta memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Tangkal Radikalisme, Mahasiswa Baru Bidikmisi Didoktrin Pendidikan Bela Negara
Mahasiswa bidikmisi UHO angkatan 2017 saat mengikuti pendidikan karakter bela negara di gedung Auditorium Mokodompit, Minggu (12/11/2017). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Pendidikan karakter berkonsep workshop itu, berlangsung di gedung Auditorium Mokodompit UHO. Pemateri bela negara dihadirkan langsung dari pihak kepolisian dan Dandim 143/HO.

"Dalam kegiatan ini, mahasiswa lebih diperkenalkan pada persoalan gerakan anti radikalisme. Dimana saat ini, sangat berpotensi gerakan radikalisme itu muncul dari kampus, maka dari itu Rektor UHO melalui pengelola asrama bidikmisi menginstruksikan, agar seluruh mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2017 wajib untuk mengikuti kegiatan pendidikan karakter berbasis bela negara. Saya yakin kegiatan ini, mahasiswa baru penerima bidikmisi bisa terhindar dari ancaman atau doktrin yang dapat melahirkan sebuah gerakan radikalisme," kata Ketua Panitia Workshop Pendidikan Karakter, Andi Sapril.

Menurut Kepala Pengelola Bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi UHO, Pendais Haq, pendidikan karakter mahasiswa bidikmisi telah lama berlangsung di Asrama Ibnu Sina dan masing-masing asrama mitra di luar kampus setiap malam Jumat. Namun kedepannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh penanggungjawab guna menyusun rencana pembinaan karakter yang lebih efektif.

Selama ini, model pendidikan karakter diterapkan melalui dua pendekatan, yakni berbasis asrama dan berbasis program studi. Untuk pendidikan berbasis asrama, dikhususkan bagi mahasiswa baru bidikmisi. Sedangkan pendekatan berbasis program studi diperuntukkan bagi mahasiswa bidikmisi semester tiga keatas.

"Saat ini penanggungjawab masing-masing asrama maupun prodi mulai melakukan pendataan untuk mengidentifikasi mahasiswa penerima bidikmisi untuk dilakukan pembinaan maupun yang berprestasi untuk dilakukan pendataan," ujar Pendais.

Sementara itu, Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu mengatakan selain pendidikan karakter bela negara bagi penerima bidikmisi, juga berlaku bagi mahasiswa baru sekitar delapan ribuan.

"Beruntunglah anda-anda semua yang sudah mendapatkan bidikmisi, meskipun jatah kita sedikit hanya 1,300, tapi kedepannya kita berharap pemerintah bisa menambah kuota bidikmisi kita," kata Zamrun.

Dia juga menerima kritikan dari mahasiswa, terkait kurang maksimalnya pengelolaan bidikmisi. Sehingga akan ada kotak saran berbasis online yang bisa dimanfaatkan mahasiswa dalam memberikan kritikan disertai bukti.


Laporan: Hasrul Tamrin 

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations