Iklan Clarion

Tarbiyah Cegah Pergaulan Bebas

CITIZEN JOURNALISM

SULTRAKINI.COM : Remaja hari ini penuh cerita dan warna dengan berbagai gradasinya. Mendengar kata remaja banyak kisah setiap harinya, remaja cerdas dengan ukiran prestasinya meraih cita setinggi langit dengan segala eksistensi masa kini dalam bidang dan keahlian masing-masing. Bangga dengan remaja seperti itu, tapi apa hanya itu cerita yang remaja gambarkan.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

 

Jika memaksa menutup mata dari sisi gelap dunia remaja mungkin bisa, tapi sulit rasanya mengacuhkan pandangan serta arus berita dari pekatnya awan gelap kenakalan remaja masa kini. Apa yang salah sebenarnya, jika ditarik benang merah penyebab segala kenakalan remaja yang meresahkan hari ini pastilah kita akan merasakan keprihatinan mendalam mengingat mutu remaja adalah cerminan mutu sebuah bangsa.

 

Banyak faktor pergaulan remaja ikut berperan penting mewarnai masa muda anak kekinian istilah masyarakat saat ini. Tak bisa dipungkiri salah satu faktor yang mendukung kenakalan remaja adalah dasar agama sebagai pondasi individu yang kuat dalam memilih pergaulan yang sehat dan menjaga kesehatan reproduksi secara baik dan benar didukung faktor pengetahuan, sikap, perilaku, lingkungan dan berbagai faktor lainnya secara komprehensif.

 

Program tarbiyah didunia kampus dikenal sebagai salah satu upaya pengembangan diri dan dakwah Islam demi membangun karakter syabab (pemuda dan pemudi) yang berkualitas serta mampu membentengi diri dari dampak negatif pergaulan bebas dan menyibukkan diri dalam berbagai kegiatan yang positif dengan cara membentuk halaqah atau kelompok kecil diberbagai fakultas dan menebar dakwah didalamnya.

 

Kegiatan positif dalam pengembangan potensi remaja terbukti mampu menghindarkan diri dari peluang melakukan hal-hal yang negatif. “Karna jika kita tidak menyibukkan dalam kebaikan maka akan ada kemaksiatan yang mengisi waktu kita,” ungkap salah satu anggota halaqah tarbiyah FKM UHO 2013, Wana.

 

\”Setelah mengikuti tarbiyah tentunya menambah pandangan saya tentang Islam, apa yang boleh dan dilarang dalam Islam, tentang sunnah dalam Islam yang mengantarkan diri kita menjadi lebih baik dari yang dulu dan belajar mengaplikasikan ilmu kita dalam kegiatan sehari-hari serta tak lupa mengajarkan kita agar tidak menjadi manusia yang sombong”. Ungkap Andi Devy yang juga merupakan anggota halaqah tarbiyah FKM UHO 2013.

 

Jika dikorelasikan tarbiyah menjadi program yang menuntun mahasiswa terutama remaja akhir untuk mampu mengaplikasikan ilmunya bukan dalam bentuk sekuler dengan kata lain hanya ketika beribadah saja atau Islam jika di masjid saja tapi ada tuntutan positif dalam tarbiyah sehingga mengarahkan kita menjadi pemuda-pemudi yang aplikatif dalam Islam dan pada akhirnya merangkaikan ilmu agama sebagai acuan dalam setiap tindak tanduk kehidupan.

 

Dua persen remaja putra dan putri di kota Kendari berusia 14-19 tahun pernah melakukan hubungan seks ini belum termasuk 11 kabupaten dan kota se-Sultra. Sedangkan jumlah remaja di Sultra saat ini mencapai 31,40 %.

 

“Perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pranikah akibat rendahnya pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi remaja dan hubungan pergaulan bebas. Peran orang tua di rumah sangat penting mengendalikan perilaku putra dan putri remaja mereka. Akibat pemahaman yang rendah remaja putri dan remaja putra usia 15-24 tahun yang mengetahui masa subur hanya 29% dan 32,30% saja, dan yang mengetahui resiko kehamilan jika melakukan hubungan seksual diusiatersebut adalah 49,50% dan 45,50%,” ungkap Kepala BKKBN Sultra, Djohansyah.

 

Berdasarkan data diatas cukup membuktikan segala kekhawatiran kita selama ini terhadap generasi muda yang semakin larut dalam keterpurukan jurang gelap yang tanpa mereka sadari menghancurkan masa depan dan meruntuhkan cita-cita mereka kedepan. Titik terang hadir ketika tarbiyah mampu menjadi sarana promosi kesehatan guna membekali remaja dalam pergaulannya bukan hanya dalam dakwah dan agamanya melainkan mampu mencakup berbagai aspek kehidupan yang penting dalam menentukan setiap langkah generasi muda masa kini.

 

\”Sebelum mengikuti tarbiyah pergaulan kita awalnya sama dengan orang awam lainnya yang tidak tau bagaimana menempatkan agama dalam pergaulan contohnya bagaimana kita bergaul yang baik dengan orang lain bahkan mungkin kita jarang memperdulikan orang dan mementingkan diri sendiri kemudian kita tidak tahu bagaimana kita bergaul yang baik dalam Islam dengan lawan jenis (laki-laki), pokoknya pergaulan sebelum tarbiyah kita hanya mengandalkan perasaan kira-kira tanpa ada landasan dan aturan dalam Islam kata Andi Devi.

 

Adapun setelah tarbiyah, lanjut Andi, sikap dan pergaulan kita berbeda karna secara langsung kita sudah mengetahui bagaimana cara bergaul terhadap sesama, hal tersebut kita dapatkan pada saat proses tarbiyah dan sejatinya teman sangat mempengaruhi kepribadianmu, akhlakmu, dengan tarbiyah mengajarkan kita bahwa teman-teman sholehahmu akan mengantarkanmu pada kebaikan dan yang saya rasakan sekarang memang benar, saya tanpa mereka (teman-teman dalam kebaikan) tidak ada apa-apanya. Bukan hanya dengan teman tapi juga pergaulan dengan keluarga dan bahkan lawan jenis dengan cara yang lebih baik.

 

“Sebelum tarbiyah seperti tidak ada batasan pergaulan dengan lawan jenis karna saya belum sepenuhnya sadar tentang batasan yang sebenarnya, ilmu agama yang saya dapat dari SD-SMA hanya itu-itu saja, sekedar kulit luar tentang ajaran Islam. Dalam tarbiyah juga mengajarkan kita tentang pentingnya memilih teman, bukan pilih-pilih teman, tapi bagaimana caranya kita bisa memilih mana teman yang memberikan pengaruh baik untuk kita dan begitu pula sebaliknya,” tambah Wana, selaras dengan pendapat Andi Devi.

 

Sedikit banyak tarbiyah mampu secara optimal memberikan pemahaman syar’i sejalan dengan konsep ilmiah yang mudah diterima akal baik dari sudut pandang Islam maupun keilmuan yang telah teruji kebenarannya.

 

“Salah besar jika orang menganggap tarbiyah full diisi dengan materi agama Islam saja, karna dalam Islam sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan terapkan dalam aktivitas praktis sehari-hari, contohnya menjaga kebersihan diri dan menjaga kesehatan reproduksi khususnya remaja putri dengan sistem reproduksinya yang lebih kompleks dibandingkan laki-laki” ungkap Delima anggota halaqah tarbiyah FKM UHO 2013.

 

Pada dasarnya kenakalan remaja dan masalah yang terjadi dalam kesehatan reproduksi remaja didukung banyak faktor penyebab yang saling terkait satu sama lain. Masalah ini semakin kompleks akan membentuk bola salju jika kita tidak memulai upaya pencegahan sedini mungkin meskipun dengan sedikit langkah kecil seperti program tarbiyah islamiyah yang mampu memberi dampak besar di kemudian hari dalam upaya pencegahan pergaulan bebas dan keep kespro.

 

Tarbiyah memahamkan kita tentang dasar agama yang baik dan benar, memahamkan tentang pergaulan dan batasan-batasan yang berbahaya jika dilanggar, dan membangun suasana sosial yang baik dalam hubungan bukan hanya kepada sang Khaliq melainkan juga kepada sesama manusia sehingga selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah karna kita selalu merasa kuat dan mampu berpikir sehat dalam mencari jalan keluar serta eratnya ukhuwah dalam tarbiyah membuat kita merasa aman bersama teman-teman yang selalu saling mangingatkan jika kita mulai terjerumus dalam kesalahan yang ujung-ujungnya akan membuat kita menderita baik fisik maupun psikis.

 

Tak jarang remaja merasa dunianya berakhir hanya karna sebuah masalah yang membuat mereka gelap mata dan mengambil langkah salah dalam penyelesaian yang menimbulkan masalah baru, pergaulan bebas menuju kehamilan yang tidak diinginkan diteruskan dengan aborsi dan berakhir pada masalah kespro kemudian diserang dengan masalah sosial lainnya yang semakin membuat korban salah pergaulan ini terpuruk dalam kesengsaraan yang bukan hanya didunia.

 

Secara komprehensif agama terbukti sangat mempengaruhi segala bentuk pengetahuan, perbuatan, sikap, perilaku bahkan mental seseorang dalam hal ini remaja. Maka pentinglah bagi setiap orang tua dan keluarga berperan dalam membantu mengarahkan setiap anak ke jalan yang penuh dengan warna cerah serta suasana harmonis dalam rumah demi keterbukaan sikap ketika terjadi masalah pada seorang remaja.

 

Sebaik-baik teman adalah yang mengajak dalam kebaikan dan sebaik-baik waktu adalah yang diisi dengan kebaikan juga, indahnya tarbiyah islamiyah dalam kacamata promotor kesehatan.

 

Nama: Anisha Tiara Putri
Mahasiswa Promosi Kesehatan,Fakultas Kesehatan Masyarakat

Redaksi SULTRAKINI.COM menerima kiriman artikel citizen journalism (jurnalisme warga), barupa info, berita, maupun foto seputar wilayah Sulawesi Tenggara. Pembaca dapat mengirimkan artikel/foto melalui email: [email protected] atau [email protected] Kontributor artikel/foto kami menyebutnya CitizenS (jurnalisme pembaca SULTRAKINI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.