Target Swasembada Pangan, TNI Bina Kelompok Tani

SULTRAKINI.COM : BAUBAU- Untuk mendukung program nawacita Presiden Joko widodo di sektor pertanian, Komandan Distrik Militer 1413 Buton, Rudi Ragil, S.P menurunkan anggotanya untuk terlibat dari sektor pertanian dalam membantu masyarakatnya di daerah.

 

Diungkapkannya, pada SULTRAKINI.COM, Rabu, (30/3/2016) program 2016 ini anggotanya siap mendampingi dan mendisiplikan bagaimana cara mengembangkan reproduksi cetak sawah baru terutama di Kabupaten Bombana dengan alokasi lahan mencapai 1000 ha dan di Kabupaten Buton Tengah tepatnya di Mawasangka sekitar 100 Ha.

 

\”Intinya, program pemerintah ini diharapkan pemkot dan pemkab harus merespon yaitu dari Dinas Pertanian, sehingga jangan sampai sudah dicetak tapi belum ada CPCL atau petani yang menanam, Olehnya itu, dengan mengajak kelompok tani ini untuk menanam dikarenakan untuk mencetak sawah baru yang dipersiapkan itu besar dan dananya juga cukup banyak,\” ujarnya.

 

Rudi Ragil menargetkan, untuk seluruh Indonesia ditahun ini persediaan lahan pangan itu mencapai 12.600 Ha yang disediakan. Inilah keinginan pemerintah dan kalau tidak ditindak lanjuti dari pihak bawah maka akan mubajir. sehingga dengan adanya pihak dandim dan aparat ini turun untuk mendampingi kegiatan tani itu supaya mengajak para petani tersebut.

 

\”Pendampingannya disini, setiap anggota Babinsa setiap desa itu mempunyai kelompok tani, dia mengajak disiplin tanam, sekarang babinsa kita melakukan penataran tentang pertanian, operatornya juga jadi sudah bisa semua, dan saya terus memantau perkembangan kegiatan ini mulai dari bombana hingga ke daerah Buteng,\” jelasnya.

 

Rudi berharap, dalam opsusnya selama tiga tahun sudah dapat swasembada pangan, jadi tidak perlu lagi ada impor dari negara. Untuk itu, dengan adanya cetak sawah tersebut kalau sudah tertanam semua pasti produksi pangan akan meningkat.

yamaha

 

\”Kita lihat nanti di 2016 ini, setelah cetak apa tindakannya baru kita sama-sama kita ajak kelompok tani mulai dari DPCLnya,\” ungkapnya.

 

Namun, dalam pelaksanaanya kendala yang dihadapi cukup banyak, namanya cetak sawah baru didaerah yang jauh, diutamakan irigasi, sumber air pompanya. Makanya pihak kami mendampingi ini untuk mencari lahan yang dekat dengan sumber air jangan sampai sudah dicetak airnya kurang.

 

\”Jadi itu yang diimbangi untuk diusulkan ke Pusat agar mendukung nantinya, kan selama ini sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah kami mendapatkan respon positif dari dinas bahwa dengan adanya babinsa masuk ke desa untuk membantu masyarakatnya. sehingga para petani merasa senang, kadang kan pada waktu panen didiamkan lama untuk itu dengan adanya babinsa ini minimal satu tahun itu dua kali supaya produksi meningkat,\” ucapnya.

 

Kemudian, untuk mendukung target swasembada pangan, para Koramil juga memiliki demplot tani. Demplot ini digunakan sebagai percontohan bagi kelompok tani, atas sistem tanam menggunakan hesbar.

 

\”Dulu itu kan cuman dua ton perhektar, tapi sekarang sudah sampai lima ton dengan adanya sistem tanam yang kita tertibkan, kemarin juga kita ikut memanen sampai lima ton dan itu sangat meningkat. Satu sisi juga kita mengawal sampai pada pembongkaran sampai selesai dan bisa dikatakan berhasil,\” tutupnya.

 

Editor : Taufik Qurahman 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.