Iklan Clarion

Tega, Bayi Baru Lahir Dibuang OTK di Bawah Pohon Rambutan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sesosok bayi mungil berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di lorong Jambu, Jalan Martandu, Kelurahan Andounohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (23/9/2018) pukul 19.25 wita.

Bayi tersebut ditemukan di bawah pohon rambutan dengan kondisi ari-ari masih melekat dibalut kain sarung dan terbungkus kantong plastik berwarna abu-abu.

Menurut keterangan saksi mata, Ilham, mengatakan saat dirinya berada di dalam sebuah mess, lalu mendengar suara tangisan bayi. Namun karena merasa takut, Ilham lalu memanggil salah seoramg rekannya untuk mencari sumber suara tangisan bayi tersebut.

“Saya bersama teman mendengar tangisan bayi tapi tidak langsung ke sumber suara karena takut suara tangisan itu adalah tangisan makhluk gaib. Tetapi karena terdengar terus menangis maka saya ajak teman untuk memastikannya. Saya cek ternyata ada bayi dalam kantung kresek di bawah pohon rambutan. Kasihan, waktu itu bayinya dikelihatan kedinginan dan agak membiru badannya,” kata Ilham.

Sementara itu, Kapolsek Poasia, Kompol Arfah, membenarkan terkait adanya penemuan bayi yang diduga dibuang oleh orang tidak dikenal. Pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Untuk sementara kami amankan semua barang bukti beserta kain dan kantung kresek yang digunakan untuk membungkus bayi tersebut dan beserta sarung batik yang digunakan untuk memasukkan bayi perempuan mungil tersebut,” ujarnya.

Arfah menambahkan, bayi tersebut saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Menurut perkirakan tim kebidanan yang sebelumnua dibawa ke Puskesmas Poasia, bayi tersebut masih berumur sekitar 2 jam pasca dilahirkan dengan normal dan berat 1,2 kg. Bayi diperkirakan umur dalam kandungan kisaran 7-8 bulan kemudian lahir dan telah dibersihkan oleh orang tuanya,” jelas Arfah.

Laporan: Wayan Sukanta
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.