Tengah Pandemi Ekonomi Sultra Melambat Sejak Triwulan I

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Masa pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai sektor merasakan dampak yang signifikan seperti tertekannya kondisi ekonomi secara nasional maupun global yang mengalami perlambatan.

Hal tersebut juga dirasakan oleh pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara yang kini mengalami tekanan cukup tinggi pada Tahun 2020, setelah mengalami tren melambat pada semester I 2020.

Kepala Kantor Perwakilan bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara, Suharman Tabrani, mengatakan perekonomian Sultra mengalami perbaikan pada triwulan III 2020 meskipun masih mengalami kontraksi sebesar 1,8 persen (yoy). 

“Meskipun demikian, kondisi tersebut masih lebih baik jika dibandingkan dengan perekonomian Indonesia yang terkontraksi sebesar 3,5 persen (yoy),” ujar Suharman, Kamis (3/12/2020) dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020.

Menurutnya, walaupun kondisi kurang kondusif, namun prospek terhadap perekonomian Sulawesi Tenggara masih cukup baik, diindikasikan dengan perkembangan investasi hingga triwulan III 2020 yang sudah menyamai dengan realisasi investasi pada tahun 2019.

Sementara itu, kata Suharman, inflasi Sultra pada tahun 2020 berada pada tingkat yang rendah dan terjaga.

“Hingga November 2020, inflasi Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 1,22 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 1,59 persen (yoy),” ujarnya.

Lanjut Suharman, di tengah situasi perlambatan ekonomi saat ini, fungsi intermediasi perbankan di Sultra tercatat masih positif meskipun cenderung mengalami perlambatan. 

“Kegiatan penghimpunan dana oleh perbankan hingga Oktober 2020 terpantau tumbuh sebesar 14,7 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan DPK periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 18,2 persen (yoy),” tambahnya.  

Kemudian, perlambatan pertumbuhan DPK serta kondisi perekonomian yang masih belum stabil menyebabkan penyaluran kredit juga mengalami perlambatan.

Berdasarkan data KPwBI Sultra, pada Oktober 2020, penyaluran kredit oleh perbankan tumbuh sebesar 7,8 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit di Oktober 2019 yang tercatat sebesar 12,4 persen (yoy). 

“Meskipun demikian, kualitas kredit yang disalurkan masih memiliki kualitas yang sangat baik dengan non performing loan secara gross hanya sebesar 2,0 persen,” pungkasnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.