Terbenamnya Sunset di Laut Tamborasi Menjadi Penutup Hari yang Tak Terlupakan

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Biasanya tempat ini lebih dikenal dengan sebutan objek wisata sungai terpendek di dunia. Namun saat ini destinasi wisata yang terletak di ujung utara kota Kolaka, Sulawesi
Tenggara menawarkan kesempurnaan matahari terbenam. Tempatnya ialah sungai dan pantai Tamborasi.

Tamborasi terletak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Kolaka dan berada di Desa Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa. Tempat ini salah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang kita jumpai punya durasi waktu yang lama untuk menyaksikan sunset.

Letak pantainya yang bersentuhan langsung dengan teluk bone dan tanpa pulau yang menghalangi, secara otomatis membuat pelancong punya waktu sekitar 60 menit menyaksikan indahnya kesempurnaan sunset.

Yang tidak kalah menariknya di saat matahari mulai tenggelam, nampak pak nelayan mengayuh sampannya untuk kembali ke pesisir usai menjala ikan di laut.

Pastinya momen seperti ini adalah momen yang sangat dinantikan bagi para fotografer dan selegram, bahkan anak-anak youtuber.

Pak Nelayan tengah mengayuh sampan menuju pesisir pantai. (Foto: Istimewa)
Pak Nelayan tengah mengayuh sampan menuju pesisir pantai. (Foto: Istimewa)
Fortune

Tidaklah cukup menggambarkan keindahan sunset di Tamborasi dengan untaian kata menjadi kalimat yang dirangkum dalam alinea. Sebab keindahan yang ditawarkan sangat sulit dituangkan dalam tulisan. Namun setidaknya gambaran secara nyata lewat tulisan bisa memberikan bayangan tentang keindahan tersebut.

Menyaksikan sunset di Tamborasi membuat kita punya rasa yang lebih kepada sang pencipta. Arti kata syukur atas ciptaan-Nya digambarkan lewat keteduhan hati saat sang mentari terbenam berada tepat di hadapan kita.

Kenapa begitu menarik untuk kita menyaksikan sunset di Tamborasi? Selain durasi yang cukup lama menyaksikan matahari terbenam, hamparan pasir putih halus di pesisisrnya pun menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya. Paduan pasir halus putih bersama sunset yang eksotik adalah sesuatu yang “mahal” bagi kita. Apalagi untuk yang mempunyai rutinitas padat sehari-hari.

Sunset menjadi puncak kharismatik Tamborasi. Selain hamparan pasir putih yang halus, tempat ini juga dibentengi gunung marmer yang memancarkan mata air tawar dari balik batu. Kondisi alam ini juga menyatu dengan kultur masyarakat sekitar yang sangat menjaga tata krama budaya atau kearfian lokal.

“Keindahan alam Tamborasi tidak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat. Tamborasi adalah identitas tempat tinggal mereka. Jadi kearifan lokal terus sejalan dengan kondisi alam di Tamborasi. Alamnya pun sangat unik. Sebab perpaduan pesisir pantai dan pegunungan. Jadi kami bersyukur berada di Tamborasi dengan segala keterbatasan kearifan lokal dan keindahan alamnya,” kata Sugi, masyarakat lokal.

Jadi, dapat dipastikan, senja yang tenggalam di laut Tamborasi menjadi penutup hari yang tak terlupakan.

Laporan: Suparman Sultran
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.