Terkait Polemik Kadiknas Konawe, Ini Tanggapan Sekda

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Penunjukan Jumrin Pagala sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Konawe sempat menjadi polemik. Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dianggap telah menggunakan asas kekeluargaan yang dalam penunjukan Jumrin. Namun anggapan itu ditepis Sekda Konawe, Ridwan Lamaroa.

 

Ridwan mengatakan, penunjukkan Jumrin telah sesuai dengan aturan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang posisi jabatan eselon II. Atas dasar itu, ia meminta agar pihak lain tidak mempersoalkan masalah tersebut. Terlebih karena posisi Jumrin yang masih menjadi pelaksana.

 

\”Sebenarnya tidak perlu dipersoalkan. Statusnya juga masih pelaksana. Terlebih lagi, di Konawe ini dalam menentukan kepala dinas atau badan biasanya dilakukan dengan proses lelang jabatan,\” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Mantan Kadiknas Konawe itu menilai, dasar LSM menolak penujukkan Jumrin itu hanya disiplin ilmunya yang bukan berasal dari pendidikan. Sehingga katanya, tidak pantas untuk memimpin Diknas Konawe.

 

\”Penujukannya saat ini tidak menjamin kalau dialah yang akan menjadi Kadis defenitif Diknas Konawe Dinas. Semuanya bergantung pada nilainya nanti,\” terang Ridwan.

 

Ridwan menegaskan, penujukkan Plt sepenuhnya wewenang Bupati. Tujuannya, untuk mengisi kekosongan kursi eselon. Sehingga pelayanan atau program yang ada dalam sebuah dinas tetap berjalan dengan baik. Selanjutnya, hasil lelanglah yang akan menentukan siapa pimpinan defenitifnya.

 

Terkait, kapan lelang tersebut akan dilaksanakan, Ridwan memberikan gambaran pasti. Ia juga enggan membeberkan berapa kandidat yang akan ikut dalam proses lelang.

 

Seperti diketahui sebelumnya, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Konawe, beberapa waktu lalu melakukan aksi menolak penunjukkan Plt Kadiknas Konawe. Mereka menilai, penunjukan itu sarat akan asas kekeluargaan. Bukan atas disiplin ilmu penjabat yang ditunjuk.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.