Iklan Clarion

Terkuak, Misteri Air Keluar dari Batang Pohon di Baubau

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Misteri air keluar dari dalam batang pohon di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yang sempat menghebohkan warga terkuak. Setelah ditelusuri, ternyata air berasal dari aliran pipa milik PDAM yang mengalami kebocoran.

Menurut warga setempat, Nawir, menceritakan peristiwa yang menghebohkan warga, berawal dari seorang penjual kerupuk yang melintasi area seputar pohon tersebut.

“Kejadiannya sekitar jam sepuluh pagi dan yang pertama lihat mas penjual kerupuk,” kata Nawir.

Atas kejadian itu, banyak warga yang berbondong-bondong untuk melihat kejadian aneh tersebut, bahkan ada beberapa warga yang mengambil airnya untuk dibawah pulang, serta mempercayai mengandung khasiat untuk penyembuhan penyakit.

Masih di hari yang sama (Rabu, 13/12/2017), sore harinya sekitar pukul 16.00 Wita, pihak PDAM mendapat informasi dari salah seorang warga bernama La Man yang mencurigai sumber air berasal dari pipa bocor. Berdasar informasi itu, pihak PDAM mengunjungi kerumunan warga.

(Baca: Air Misterius Keluar dari Batang Pohon Hebohkan Warga Baubau)

Adalah Anton Mansur, Petugas PDAM yang bertugas membagi air pelanggan seputaran tugu Kirab, mendatangi kerumunan warga, mencoba memastikan informasi yang diterimanya. Sekitar pukul 19.00 Wita, ia menghubungi atasannya, Yamir.

Keduanya mencoba meyakinkan warga dengan menutup jalur air yang mengaliri seputaran tugu Kirab tersebut. Alhasil, ketika keran ditutup, secara otomatis debit air yg keluar dari batang pohon berkurang dan bahkan mengering.

Baca Juga

Hasil dari uji coba yang dilakukan, keduanya menarik kesimpulan bahwa air tersebut berasal dari pipa bocor yang tertahan karena keran airnya tertutup.

Namun masih saja ada masyarakat yang menganggap bahwa air tersebut adalah mukjizat dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Bahkan ada pula yang percaya dengan meminum air tersebut bisa enteng jodoh. 

“Sudahlah, masyarakat jangan percaya dengan tahayul, itu air muncul karena pipa bocor,” kata Anton.

Dia menyampaikan bahwa pihak PDAM saat ini sudah berencana untuk memperbaikinya, hanya saja menunggu waktu yang tepat.

Untuk mengurangi kerumunan masyarakat, warga setempat juga telah memasang papan himbauan bertuliskan bahwa air tersebut berasal dari pipa air PDAM yang bocor. Namun hingga berita ini diterbitkan, papan tersebut sudah dicabut.

Anton menyayangkan tindakan warga yang memanfaatkan situasi dengan menjual air tersebut dengan alasan bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

“Ada mi yang jual seharga 15 ribu rupiah untuk ukuran satu botol kecil air mineral,” kata Anton dengan dialeg Buton nya.

Laporan: Orin Laode/ Novrizal R Topa

Komentar
Loading...