Termotivasi Personel TMMD Kodim 1413 Buton, Arian Bercita-cita Menjadi Tentara

SULTRAKINI.COM: BUTON – Arian, bocah yang masih duduk di bangku SMP ini termotivasi menjadi anggota TNI. Awal motivasinya itu saat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1413 Buton masuk ke permukimannya di Desa Sangia Arano, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Program TMMD ke-110 masih terlaksana di Desa Sangia Arano. Banyak pekerjaan fisik dan nonfisik di bawah pimpinan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka diimplementasikan di wilayah tersebut, termasuk dua desa lainnya. Rupanya, kegiatan anggota TMMD itu memberi warna tersendiri bagi Arian. Ia termotivasi dan berkeinginan akan menjadi anggota TNI.

Menurut bocah 14 tahun itu, sehari-hari orangtuanya berkebun di Desa Sangia Arano. Menjadi anak sulung dan memiliki seorang adik perempuan membuat Arian merasa bertanggung jawab untuk ikut memberikan masa depan yang lebih baik bagi adiknya itu.

“Siap. Kelas 3 SMP (sekolah) di sini,” ucap Arian menirukan gaya dan wibaya TNI, Minggu (21/3/2021).

“Iya (saya) semakin termotivasi ikut kakak-kakak TNI di sini, tidak datang ikut bantu kalau masih sekolah, pulang sekolah baru bantu lagi,” sambungnya.

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Arian terus berupaya mempersiapkan dirinya bukan hanya dengan ilmu pengetahuan saja, mental, dan fisik juga dipersiapkannya.

Dirinya juga meminta kepada anggota TNI untuk mengajarinya hal-hal yang perlu disiapkan meskipun masih menunggu sedikitnya empat tahun lagi untuk bisa mendaftarkan diri.

Sejumlah TNI tergabung dalam personel TMMD di Desa Sangia Arano mengatakan Arian tidak jarang membantu pekerjaan pada program sasaran fisik TMMD.

Salah satu TNI AD Kodim 1413/Buton, Prada Izan (23) mengatakan Arian selalu mengikuti dan membantu setiap pekerjaan yang dilakukan anggota TNI.

“Dia rajin, datang terus, selalu bantu kita,” jelasnya kepada Sultrakini.com.

Di sela-sela kegiatan TMMD, Izan bersama dengan anggota lainnya memberikan saran dan masukan kepada Arian agar tidak mudah putus asa dalam meraih keinginannya itu.

“Biasa kami kasih tahu, kalau mau jadi tentara belajar yang baik. Sekolah baik-baik, jangan terpengaruh sama yang buruk,” ujarnya.

Prada Fauzi (21), rekan lainnya menambahkan, selain mempersiapkan ilmu pengetahuan, fisik, dan mental, tidak lupa agama sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan.

“Yang jelas berusaha lalu serahkan ke Tuhan Yang Maha Esa,” tambah rekan Izan yang juga bersama-sama alumni SMKN 1 Baubau. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.