Tertibkan Jalan MT Haryono, Dishub Peringatkan Para Sopir Angkot

SULTRAKINI.COM:KENDARI – Untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi disekitar jalan MT Haryono Wuawua Kota Kendari, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Kendari bersama kepolisian menertibkan kawasan yang dijadikan terminal bayangan oleh para sopir angkutan kota (Angkot) tersebut.

 

Akibat digunakannya Jalur jalan MT Haryono atau tepatnya Swalayan Wua-wua Jaya sebagai terminal bayangan, setiap harinya puluhan angkot rayon Baruga kerap terparkir di bibir jalan untuk menunggu para penumpang dari arah kota maupun Baruga disisi jalan yang lain.

 

Akibatnya, dikedua sisi pun tak luput dari aksi parkir liar para sopir angkot ini, yang menyebabkan penyempitan ruas jalan yang dilewati kendaraan lain. Kesemerawutan ini diperparah dengan banyaknya penumpang yang turun dan naik di tempat tersebut.

 

Tak ayal, pada jam tertentu seperti jam pulang sekolah pada siang hari maupun pada sore hari saat waktu pulang kerja, kepadatan kendaraan dijalur tersebut semakin parah dan sering menjadi kemacetan panjang.

 

Terkait hal ini, Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Kota Kendari, Agus Sutarto menyampaikan pada para sopir bahwa menaikan atau penurunkan penumpang diperbolehkan, Angkot tidak bisa memparkirkan kendaraannya untuk menunggu para penumpang.

 

Pasalnya lanjut Agus sutarto, Kondisi tersebut kerap dikeluhkan masyarakat yang perjalanannya terganggu akibat kawasan tersebut kerap menimbulkan kemacetan.

 

yamaha

\”Naik-turun penumpang bisa, tapi kendaraannya tidak bisa ditingglkan,\” katanya, saat melakukan penertiban, Kamis (7/4/2016).

 

Dalam penertiban ini, para sopir hanya yang mangkal di kawasan tersebut hanya diberikan peringatan. Pihak Dihub Kota Kendari memberikan waktu bagi para sopir untuk membahas serta menawarkan solusi masalah ketertiban di jalan MT haryono tersebut, untuk selanjutnya akan dibahas bersama dengan pihak Dishubkominfo.

 

Koordinator Angkutan Umum Kota Kendari, La Ode Majid menuturkan, akan merundingkan permasalahan tersebut bersama para sopir lainnya. Terkait parkirnya angkot di badan jalan, Ia mengklaim bahwa hal tersebut tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat atau pemilik toko di jalur itu.

 

\”Sejauh ini tidak ada komplen dari pemilik toko atau kemacetan. Masalah ini kita masih bicarakan dengan teman-teman,\” ucapnya.

 

Untuk informasi, untuk rayon baruga sedikinya sekitar 250 angkot beroperasi di jalur tersebut. Akibat tak ada terminal khusus rayon ini, naik-turun penumpang sering terjadi pinggiran jalan. Para sopir angkot pun kerap penumpang menunggu dengan memarkirkan kendaraanya di pingggir jalan sepanjang jalur wuawua.

 

Hingga sejauh ini, belum ada kepastian kapan pertemuan para sopir dan Dishub Kota Kendari akan dilakukan. Untuk penertiban selanjutnya, Pihak Dishubkominfo menyerahkan pengawasannya ke pihak kepolisian.

 

Editor : Taufik Qurahman 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.