SULTRAKINI.COM:KOLAKA- Menindak lanjuti laporan Panwas Kecamatan Iwoimenda Kabupaten Kolaka, terkait dugaan terlibatnya tiga anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) Desa Watumelewe dan Wonualaku Kecamatan Iwoimenda Kabupaten Kolaka dalam pengukuhan menjadi tim pendukung salah satu bakal calon Bupati Kolaka Patahana pada 21 November 2017 di Desa Iwoimenda, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka akhirnya memanggil ketiga PPS tersebut untuk mengklarifikasi laporan yang masuk.

Tiga PPS Ikuti Pengukuhan Tim Pendukung Dipanggil KPU Kolaka
KPU Kolaka saat melakukan klarifikasi kepada salah satu PPS Iwoimenda. (Foto: Mirwan/ SULTRAKINI.COM)

"Benar hari ini kita panggil mereka, atas laporan Panwaslu. Kita ingin memastikan dugaan tersebut," papar Lukman selaku Ketua KPU Kolaka, Rabu (6/12), usai melakukan sesi wawancara kepada ketiga PPS tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Aidil Adha selaku Komisioner KPU, dengan masuknya laporan 3 PPS yang terlibat dalam pengukuhan tim pendukung salah satu calon bupati, Aidil berharap agar PPS tidak tebang pilih dalam mengawasi tahapan pilkada.

"Saya juga ingin menyampaikan kepada Panwas agar jangan tebang pilih dalam mengawasi tahapan pilkada ini, bukan hanya penyelanggara yang diawasi tetapi semuanya juga yang menurut aturannya harus netral," papar Aidil Komisioner Divisi Teknik Penyelenggara Pemilu.

Sementara itu, ketiga PPS dari kecamatan Iwoimenda yang ditemui usai klarifikasi mengakui jika mereka menghadiri acara tersebut. Namun bukan untuk acara pengukuhan tetapi menggantikan temannya yang tidak bisa menghadiri acara tersebut.

"Kalau saya akui hadir, tapi memang saat itu saya hanya mengganti anggotanya teman karena tidak hadir. Bukan berarti saya mau dikukuhkan menjadi tim penghubung, karena saya tahu saya ini anggota PPS," papar Kasman selaku Ketua PPS Desa Watumelewe Iwoimenda.

Kasman menyayangkan, seharusnya pihak Panwas melayangkan teguran dulu, tidak serta merta meneruskan dugaan tersebut ke KPU Kolaka. Sedangkan menurut Samrin salah satu anggota PPS Desa Watumelwe, mengatakan dirinya tidak mengetahui jika dalam acara yang dihadirinya akan ada pengukuhan tim penghubung.

"Acara awalnya kan pesta panen syukuran, kebetulan memang saya diundang sebagai aparat desa, makanya saya hadiri. Saya juga kaget ada acara pengukuhan, hanya tidak bisa kita hindari lagi karena kita sudah ditempat, terpaksa kita ikuti acara itu. Jadi kita tidak bermaksud menjadi tim sukses," terang Samrin yang juga menjabat sebagai Kaur Pembangunan Desa Watumelewe.

Sementara anggota PPS dari Desa Wonualaku, Muh Rusdi, menyatakan kehadirannya dalam acara itu karena diundang sebagai pembaca doa.

"Kalau saya hanya datang membaca doa, karena saya diundang untuk itu. Kebetulan saya sudah sering sebagai pembaca doa dalam setiap acara, jadi tidak ada maksudnya kita hadiri untuk dikukuhkan sebagai Tim Penghubung," papar Rusdi yang juga merupakan pegawai penyuluh KUA Iwoimenda non PNS.

Ketiga PPS tersebut menyatakan pasrah dengan nasib mereka, apakah akan di percaya atau tidak. Pihaknya hanya akan mengikuti aturan yang berlaku, dipecat ataupun tidak semua bergantung kepada KPU Kolaka.  

Untuk diketahui, ketiga PPS Iwoimenda tersebut memang menghadiri acara pesta panen dan syukuran di Desa Iwoimenda yang dihadiri oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei yang juga menjadi salah satu bakal calon Bupati Kolaka,  21 November 2017 lalu. Dalam acara tersebut rupanya ada acara pengukuhan Tim Penghubung dalam Pilkada 2018 nanti. 


Laporan: Mirwan


    

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations