000 HPN Prov

Tiga SMP di Kendari jadi Sasaran Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari mendukung program Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Melalui program Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI), Puspendik ingin membuat peta kompetensi siswa di Indonesia, dan salah satunya adalah Kota kendari.

Kabid Dikdas Dikmudora Kendari, Muchdar Alimin, mengatakan tiga SMP yang menjadi sekolah sasaran adalah SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 3 Kendari. Kemudian penetapan tiga sekolah itu sebagai sasaran pelaksanaan program asesmen dipilih langsung oleh Puspendik.

“Dari setiap sekolah dipilih 50 orang sebagai peserta asesmen yang disampling melalui sistem Puspendik. Kemudian siswa yang dipilih adalah siswa kelas IX yang akan mengikuti ujian nasional 2020 nanti,” ungkapnya.

Dia menambahkan, soal yang diberikan adalah soal-soal berstandar nasional sebanyak 44 butir. Sementara mata pelajaran mencakup Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika. Semuanya merupakan mata pelajaran ujian nasional, hanya bahasa inggris yang tidak dimuat dalam soal.

“Kemudian soal-soal tersebut diselesaikan dengan sistem komputerisasi, dengan sistem intranet. Kami berharap dengan program ini siswa makin terbiasa dalam menyelesaikan soal-soal yang berstandar nasional,” harapnya.

Dia berharap, agar ke depan sekolah bisa melaksanakan ulangan dengan model ujian berbasis komputer. Apalagi pihak Puspendik bisa melihat langsung ketersediaan falisitas yang tersedia di sekolah.

“Kami berharap dengan Puspendik yang melihat langsung kondisi sekolah, maka kedepan kita bisa menjadi prioritas untuk mendapat bantuan komputer,” katanya.

Secara terpisah Proktor SMPN 7 Kendari, Shadaqal Abrar, mengungkapkan proses asesmen berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Hanya saja sebagai sekolah yang ada di Abeli, banyak siswa yang kaku saat berhadapan dengan komputer. Namun mereka cepat tangkap dengan hal tersebut sehingga bisa mengikuti proses asesmen dengan baik.

“Memang siswa kita kebanyakan dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, namun mereka cepat belajar dan beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer ini. Hal ini juga menjadi pendukung suksesnya proses asesmen, selain kondisi jaringan,” tutupnya.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.