Iklan Clarion

Tim Forensik Sulit Identifikasi Mayat Tanpa Identitas di Kapontori

SULTRAKINI.COM: Tim Forensik Bidokis Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara tidak menemukan tanda kekerasan pada mayat tanpa identitas yang ditemukan di hutan Desa Waondowolio, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sabtu (23 Desember 2017). Namun demikian wanita itu diduga meninggal secara tidak wajar.

“Ini masuk kategori kematian tidak wajar,” kata Kompol dr. Mauluddin selaku Ketua Tim Forensik kepada wartawan usai melakukan otopsi di Rumah Sakit Palagimata, Kota Baubau, Minggu (24/12/2017), sekitar pukul 22.00 Wita.

Tim Forensik Bidokis Polda Sultra dibantu tim muda forensik Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan otopsi di Kamar Mayat Rumah Sakit Palagimata Baubau selama dua jam sejak 19.30 Wita-21.30 Wita.

Tim forensik kesulitan mengidentifikasi penyebab kematian korban karena kondisi mayat yang sudah rusak. Diperkirakan meninggal sekitar tujuh hingga satu bulan sebelum diotopsi.

“Itu ditandai adanya kerusakan kulit yang sangat lanjut,” kata Mauluddin.

Identifikasi tidak bisa lagi dilakukan melalui sidik jari, karena kondisi jari tangan sudah rusak akibat pembusukan lanjut, sehingga identifikasi berikutnya dilakukan melalui gigi. Kesimpulannya, usia korban diperkirakan antara 25 hingga 50 tahun. 

Selain itu, identifikasi lainnya berupa panjang mayat 150 centimeter, rambut ikal melewati bahu (rata-rata 27 cm).

“Dari bentuk dahinya, dapat dipastikan mayat tersebut adalah wanita, walaupun alat kelamin dan rahim sudah pembusukan lanjut,” terangnya lagi.

Guna proses identifikasi lanjutan, kata dia, pihaknya mengambil sampel tulang korban untuk dilakukan tes DNA di Laboratorium DNA Pusdekos Polri Jakarta. 

Diharapkan jika ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat diambil sampel sebagai pembanding pada labarotarium tersebut nantinya.

Laporan: La Ode Ali

Komentar
Loading...