Tingkatkan Produksi Pertanian, 2.362 Petani di Muna Dapat Kartu Tani

SULTRAKINI.COM: MUNA – Guna meningkatkan produksi petani di wilayah setempat, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna membagikan 2.362 Kartu Tani kepada petani.

Pembagikan Kartu Tani diserahkan secara simbolik oleh Bupati Muna LM Rusman Emba kepada perwakilan petani, di Gedung SOR La Ode Pandu Raha, Rabu (23 September 2020).

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulturan dan Perkebunan (TPHP) Muna, Anwar mengatakan, kartu tani ini merupakan program pemerintah pusat untuk mendapatkan subsidi pupuk. Sebab pupuk merupakan sarana produksi penting dalam peningkatan produksi dan produktifitas tanaman.

“Program ini memperhatikan petani digagas oleh Kementrian pertanian, dan Pemda Muna bekerja sama dengan Perbankan BNI, dengan terobosan yang dinamakan Kartu Tani. Fungsi Kartu Tani untuk menebus harga pupuk subsidi, contoh harga pupuk urea persatu karung non subsidi seharga 295 ribu, dengan kartu ini, petani cukup bayar 90 ribu karena sisanya 205 ribu disubsidi pemerintah melalui perbankan. Besaran dana didalam Katu Tani, tergantung luas lahan,” kata Anwar, Rabu (23/9/2020).

Anwar menjelaskan, target pembagian kartu tani sampai 2021 di Kabupaten Muna sebanyak 4.000 petani. Untuk tahun ini akan direalisasikan sebanyak 2.362 petani. Kabupaten Muna merupakan kabupaten kedua yang mendapatkan setelah Buton di Sultra.

Masih kata Anwar, dana program ini dari APBN Kementrian Pertanian yang Pemda Muna usahakan melalui Dinas pertanian.

“Menindaklanjuti itu, kita sedang mendesain untuk bisa disetujui oleh APBD, mengambil peran, diangkutan hasil pertanian,” terangnya.

yamaha

Yang mendapatkan kartu tani, lanjut Anwar, semua petani yang telah menyusun IRDKK (Elektroni, Rencana Devenif Kebutuhan Kelompok) baik itu petani tanaman pangan, perkebunan bahkan peternakan juga bisa.

“Kita berharap, bisa mengatasi masalah petani demi meningkatkan produksi hasil pertanian. Ini sejalan dengan program Pemda Muna dibawah kepemimpinan Bupati Muna LM Rusman Emba melalui Dinas TPHP, dimana kita harus berkontribusi terhadap PDRB melalui peningkatan produksi dan produktifitas pertanian,” ungkap Anwar.

Dia menyampaikan, semua keadaan itu bisa tercipta, ditentukan oleh sarana produksi yang bisa diusahakan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat dan masalah nomor urut satu itu soal pupuk, yang kita harus atasi, baik ketersediaannya dan harganya sesuai subsidi pemerintah.

“Kerja sama yang kita bangun antara Pemda Muna, Kementrian Pertanian dan pihak bank, disegi peningkatan produktivitas pertanian, akan tetapi lebih jauh, kita akan kerjasamakan tentang kredit usaha rakyat dalam membantu petani,” ujarnya.

Kepala Cabang BNI Baubau, Rahmad Kadiansyah menyampaikan, BNI ditunjuk oleh Kementan untuk mendistribusikan Kartu Tani sebanyak 2.362 petani di Muna yang berasal dari IRDKK.

“Kartu Tani untuk membantu petani dalam meningkatkan produktifitas pertaniannya, BNI hadir untuk menjembatani kebutuhan keuangannya. Jadi, pemerintah memberikan subsidi kepada petani dalam bentuk uang elektronik, yang isinya ada didalam kartu tani,” katanya. (B)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.