Pilkada koltim

Tips Merawat Mobil Akibat Lama Tidak Digunakan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mewabahnya Covid-19 hingga kini membuat banyak masyarakat memilik mengurangi aktivitas di luar rumah ataupun kerja dari rumah. Mereka yang memiliki kendaraan tentunya jarang menggunakan kendaraannya hingga berpotensi membawa dampak buruk untuk kendaraan jika tidak dirawat dengan baik.

Koordinator Servis PT Suzuki Megahputra Kendari, Raba, mengatakan pemilik kendaraan mobil mau dipakai setiap hari atau jarang seharusnya tidak ada perbedaan dalam hal perawatan. Justru anggapan seperti lebih awet dan lain-lain itu salah sebab bila tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan juga otomatis mobil akan lebih bermasalah.

“Mobil jarang diservis tiap tiga bulan sekali atau tidak digunakan akan terjadi kerusakan pada aki tekor, ban kempes, bensin dan oli mengendap, karat pada rem dan lain sebagainya,” jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Menghindari hal tersebut, pemilik kendaraan harus memperhatikan jadwal servis mobil atau lakukan pemeriksaan berkala secara manual, misalnya menyalakan mesin mobil tiap hari lima menit sampai 10 menit.

Berikut beberapa kerusakan yang bisa timbul akibat mobil jarang dipakai.

  1. Aki tekor, mobil yang jarang dipakai secara otomatis akan mengurangi kinerja aki. Aki yang terlalu lama diam tegangan listrik atau voltase akan bisa berkurang. Hal tersebut dikarenakan kabel yang menempel pada aki tetap memakan listrik dalam jumlah kecil. Akan lebih baik jika mobil yang jarang dipakai tetap dipanaskan tiga kali seminggu.

“Pada saat memanaskan mobil juga usahakan disertai dengan gerakan-gerakan. Seperti mengeluarkan mobil dari garasi dan memasukkannya kembali ke dalam garasi. Tak lupa nyalakan AC dan mengaktifkan semua tombol agar tetap bergerak,” ujarnya.

  1. Ban kempes, mobil yang terlalu banyak diam di garasi bisa berpotensi mengurangi tekanan angin pada ban. Ban mobil bisa menjadi kempes atau bahkan hilang angin. Hal ini dikarenakan mobil selalu dalam kondisi diam dan bagian bawah ban tetap rata dengan tanah. Selain itu bisa disebabkan oleh adanya kebocoran halus.
  2. Kerusakan elektronik, bagi mobil dengan modul elektronik atau fitur elektronik yang banyak, bisa jadi karena terlalu banyak diam menjadi rusak. Misalnya, akan terjadi kerusakan di bagian power window, pengaturan jok atau di pengaturan spion. Potensi kerusakan di bagian elektronik dan mekanis ini bisa saja terjadi. Akan lebih baik pada saat memanaskan mobil tetap menggerakan semua tombol yang ada agar tetap bergerak.
  3. Timbul jamur, mendiamkan mobil dalam waktu yang lama juga bisa berpotensi menimbulkan jamur. Tumbuhan ini bisa tumbuh pada bagian eksterior seperti pada cat. Jamur yang timbul di bagian eksterior diakibatkan oleh mobil yang terlalu lama didiamkan dan tertutup oleh sarung. Sedangkan di bagian interior juga bisa berpotensi timbul jamur.
Pilkada

Hal ini diakibatkan oleh kelembaban dalam mobil yang terlalu banyak diam di garasi. Untuk mengatasinya, jemur mobil sesekali di terik matahari. Saat menjemur, usahakan buka semua jendela mobil agar sirkulasi udara berjalan lancar. Terlalu lama menyimpan udara lembab memicu timbulnya jamur.

Alternatif lainnya dengan membuka sedikit kaca pada saat mobil diparkir dan tertutup sarung. Hal ini bertujuan agar memberikan sirkulasi udara di dalam mobil.

  1. Karat pada rem, mobil yang didiamkan terlalu lama juga berpotensi menimbulkan karat. Karat pada mobil akan timbul di bagian rem, cakram, dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan pada saat terparkir, bagian rem tetap menjepit. Lama kelamaan akan timbul karat karena jarang dipakai. Terlebih jika mobil dicuci dan tidak pernah dipakai dalam waktu lama.

“Untuk mengurangi timbulnya karat bisa memberikan ganjal pada saat mobil terparkir dalam waktu cukup lama. Cara lain bisa dilakukan adalah dengan melepas tuas rem tangan pada saat memanaskan mobil,” tambahnya.

  1. Bensin dan oli mengendap. Sirkulasi oli dan bahan bakar dari mobil yang lama diam juga bisa mengendap. Hal ini dikarenakan tidak adanya tekanan. Itulah dianjurkan sering memanaskan mobil agar bensin dan oli tidak mengendap. Endapan dari bensin dan oli tersebut juga bisa berpotensi menghambat asupan bahan bakar pada mesin dan kinerja mesin.

Head Promotion Suzuki Megahputera Kendari, Rahmat Ladae, mengatakan pengunjung kendaraan mobil yang servis di bengkel PT Megahputra Kendari sudah mulai mengalami peningkatan, tiap hari pihaknya menerima 30 unit mobil yang di servis.

“Kunjungan servis semakin meningkat, hal ini disebabkan karena orang yang sudah lama keluar dan mobilnya mulai servis ini datang lagi karena mulai normal lagi,” tambah Rahmat. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.