SULTRAKINI.COM:KONAWE SELATAN - TP-PKK Kab Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kader PKK mengenai penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan Human Trafficking yang diikuti oleh para Ketua TP-PKK Tingkat Desa/Kelurahan se-Kab Konsel, Senin (13/11/2017).

TP-PKK Kab Konsel Gelar Pelatihan Tentang KDRT dan Human Trafficking
KetuaTP-PKK Konsel,Hj.Nurlin Surunudin (tengah). (Foto: Adryan Lusa/SULTRAKINI.COM)

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin, SH., dan menghadirkan pemateri Asisten Deputi Satu Perlindungan Hak Perempuan dan KDRT Kementrian P3A Usman Basuni, SE.,MA.,MPHR.

Melalui sambutannya Ketua TP-PKK Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin, SH.,  mengatakan bahwa sesuai dari data Pengadilan Agama Tahun 2016 secara nasional menunjukkan sejumlah 245.548 kasus perceraian karena kekerasan terhadap istri, dan yang paling banyak diadukan ke Komnas PA sejumlah 903 kasus (88%) dari 11.022 kasus masuk.

"Sedangkan untuk pengaduan ke lembaga mitra pengadaan layanan, kekerasan yang terjadi diranah personal tercatat 10.205 kasus (75%) dari 13.602 kasus yang masuk. Untuk di Konsel laporan masuk ke Polda Tahun 2016 sebanyak 39 kasus dan 2017 sejumlah 66 kasus," bebernya.

Oleh karenanya perlu dilaksanakan pelatihan yang difasilitasi Dinas P3A sebagai Leading Sectornya bekerjasama dengan TP-PKK Konsel, untuk mencegah dan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan Human Trafficking.

"Saya berharap peserta pelatihan dapat memberikan kontribusi positif dan mensosialisasikan informasi kepada masyarakat, dan menyadari bahwa ini merupakan kejahatan dan melanggar hukum," katanya.

Ditempat yang sama, Asdep I Perlindungan Hak Perempuan dan KDRT Kementrian P3A Usman Basuni, SE.,MA.,MPHR, menjelaskan bahwa saat ini kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi masalah sosial baik di indonesia maupun di seluruh dunia. Dalam upaya mencegah dan menangani terjadinya permasalahan tersebut, perlu peran aktif dari semua pihak mulai dari Pemda, Tokoh Adat, Agama serta Tokoh Masyarakat yang ada di Konsel.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata, dan perlu diapresiasi atas kepedulian Pemda Konsel/Dinas P3A dan TP-PKK Konsel dalam mengantisipasi kejadian KDRT dan anak, sehingga di harapkan kasus seperti itu bisa di minimalisir.


Laporan: Adryan Lusa

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations