Transformasi Media Bacaan Masa Kini

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Transformasi media bacaan online, memudahkan seseorang dalam berinteraksi tanpa batasan ruang dan waktu. Hal ini menjadi tolak ukur kekuatan dinamis penggunaan online sebagai pilihan media bacaan yang efektif dan efisien.

 

Pengguna online khususnya di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukan eksistensi online di tahun 2015. Wilayah Pulau Jawa-Bali pengguna online mencapai 52,0 juta orang, Sumatera sebanyak 18,6 juta orang, Sulawesi 7,3 juta orang, Nusa Tenggara-Papua-Maluku sebanyak 5,9 juta orang dan Pulau Kalimantan sebanyak 4,2 juta orang.

 

Menurut pakar Media Online Sultra, M. Djufri Rachim, pengguna media online terus meningkat di Sultra. Dari segi usia antara 24-30 tahun paling banyak pengguna online. Dan terendah pada tingkatan lanjut usia.

 

\”Pengguna online terus meningkat. Paling rendah penggunanya tingkatan lanjut usia, sekitar 2,2 persen,\” katanya, Kamis (12/5/2016).

 

Menurut Djufri, karakteristik media online terdiri dari primer dan sekunder, yang akan memudahkan bagi pengguna untuk bersosialisasi melalui karya.

 

yamaha

Karakteristik primer online, yakni memungkinkan jumlah berita lebih banyak dan lengkap, pembaca lebih leluasa memilih bacaan yang disukai, penyajian informasi lebih mudah diakses kapanpun, cepat dan mudah serta interaksi antar pembaca dan penulis bisa secara langsung.

 

Sedangkan karakteristik sekunder online, berupa mendapatkan kemudahan dan murah, setiap orang dapat menjadi penulis, dapat dipublis kapan saja, penyebarannya luas, banyak elemen informasi yang bisa divariasikan untuk setiap satu karya, kesalahan penulisan dengan cepat dapat diubah dan tidak melibatkan banyak orang untuk mengolahnya.

 

\”Setiap orang bisa menjadi penulis. Satu konten saja bisa divariasikan ada tulisan, suara, gambar sampai video,\” tambahnya.

 

Hal ini juga diakui seorang penulis buku nasional, Arham Kendari. Ia menilai, kehadiran perpustakaan masih menjadi penolong adanya buku. Bahkan mengakui kekuatan online dengan melihat sejumlah media, utamanya media pemberitaan sebagai sisi lain metode pemberitaan.

 

\”Selagi masih ada perpustakaan tudak usah takut. Media cetak tunggu besok baru dibaca. Jadi perlu ada yang backup, paling tidak saling bersinergi,\” katanya, Kamis (12/5/2016).

 

Selain pengguna online dalam bentuk media pemberitaan, pengguna sosial media juga tidak pernah menurun. Sehingga sejumlah pebisnis berangsur memilih model pemasaran online yang mengikuti tren pengguna online yang terus meningkat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.