Triwulan II 2019, Ekonomi Sultra Tumbuh 6,81 Persen

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tenggara triwulan II-2019 tumbuh 6,30 persen (y-on-y) lebih tinggi dibanding triwulan II-2018 sebesar 6,13 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 9,79 persen.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sultra, Wa Zalima, mengatakan pertumbuhan ini dipengaruhi meningkatnya aktivitas perdagangan besar-eceran selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Peningkatan juga terjdi pada administrasi dan pemerintahan, pertahanan dan kaminan sosial wajib sebesar 9,39 persen serta pertambangan dan penggalian sebesar 8,89 persen,” ungkap Zalima, Senin (5/8/2019).

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 tercatat sebesar 6,30 persen.

Wa Zalima menjelaskan pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 63,52 persen, diikuti komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,22 persen, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) sebesar 6,20 persen, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) sebesar 6,06 persen, dan komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB)sebesar 3,86 persen.

“Sedangkan komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB tercatat tumbuh positif, yaitu sebesar 53,61 persen,” ujar, Zalima.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 (y-on-y), komponen ekspor barang dan jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 11,15 persen.

Pertumbuhan pada komponen Ekspor barang dan jasa seiring dengan peningkatan nilai ekspor besi dan baja (Fero Nikel) yang merupakan ekspor terbesar di Sultra yang naik sebesar 55,58 persen. Untuk sumber pertumbuhan tertinggi kedua yaitu PK-RT sebesar 2,95 persen.

“Struktur PDRB Sultra menurut pengeluaran triwulan II tidak menunjukkan perubahan berarti. Aktivitas permintaan akhir terhadap barang dan jasa masih didominasi oleh komponen PK-RT sebesar 49,72 persen dari PDRB atas dasar harga berlaku, diikuti komponen PMTB sebesar 39,15 persen,” pungkasnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.