Iklan Clarion

Tujuh BEM Tarik Diri dari Aksi #BelaWawonii

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tujuh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kendari menyatakan menarik diri dari aksi unjuk rasa bertajuk #BelaWawonii yang digelar kedua kalinya hari ini, Senin (11/3/2019). Alasannya, ada indikasi kepentingan kelompok dalam aksi yang mengecam tindak kekerasan kepolisian dan Satpol PP serta menuntut pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) itu.

Tujuh BEM tersebut diantaranya, BEM Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA), BEM Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66, BEM Mandala Waluya, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa, BEM Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSRA), BEM Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kendari.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Koordinator BEM se-Sultra, Arsan Arsyad menegaskan, dalam aksi yang dilakukan terkait penarikan IUP tambang di Konkep dan tindakan represif yang dilakukan oknum Satpol PP dan kepolisian beberapa hari yang lalu mengakibatkan ada aksi lanjutan dari mahasiswa, namun tujuh Ketua BEM di Kota Kendari menyatakan sikap menarik diri dalam aksi yang akan dilakukan pada Senin (11/03/2019).

“Jika ada yang mengatasnamakan tujuh BEM tersebut gabung dalam gerakan maka itu adalah informasi hoax dan harus diperoses secara hukum,” ujarnya, Minggu (10/3/2019) malam, saat ditemui awak media.

Lebih lanjut Ketua BEM Unsultra itu, menjelaskan hasil diskusi tujuh Ketua BEM, akan mengusut tuntas perihal penarikan IUP tambang dan mendesak Gubernur Sultra untuk memikirkan masa depan Konkep dan mendesak Kapolda Sultra untuk menuntaskan persoalan tindakan represif oleh oknum kepolisian dan Satpol PP.

Sebelumnya, sejumlah massa demonstrasi digebuki beramai-ramai oleh sejumlah oknum Satpol PP dan aparat polisi saat demo tolak tambang Wawonii yang berlangsung di Kantor Gubernur pada Selasa (6/3/2019) lalu.

Reporter: La Niati
Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.