SUARA

Umar Bonte: Warga Harus Awasi Lurah dan Camat yang Cederai Pilkada

SULTRAKINI.COM: Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Umar Bonte telah banyak mendengar informasi dari masyarakat bahwa sejumlah lurah dan camat di Kota Kendari berupaya mencedarai demokrasi dengan cara menekan rakyat  agar memilih calon walikota Kendari tertentu pada pilkada 2017.

Untuk itu ia meminta masyarakat dan penegak hukum bersatu padu memantau para camat, lurah bahkan Ketua RW dan RT yang merusak jalannya pesta rakyat, sebagai wahana kedaulatan rakyat.

“Mereka  melukai demokrasi. Demokrasi yg dipaksakan  seperti itu hanya akan melahirkan kehancuran di mana-mana,” kata Umar kepada SultraKini.com, Selasa (11/10/2016)

Umar yang juga juru bicara calon walikota Kendari, LM Zayat Kaimoeddin akan menyiapkan ribuan pemantau di setiap kelurahan untuk mengantisipasi kecurangan pilkada yang akan dihelat medio Februari 2017.

Menurut mantan aktivis mahasiswa tersebut, demokrasi harus berjalan sehat sebab rakyat merindukan pemimpin yg benar benar bisa membawa perubahan, bukan pemimpin yg hanya pandai berkata-kata.

yamaha

Anggota dewan dari PDIP tersebut mengakui bahwa tidak mudah mendefinisikan orang yang tepat untuk dipilih menjadi pemimpin, namun kita harus bisa membedakan calon yang tepat untuk penataan sistem pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.

Ditanya soal tiga pasang calon walikota Kendari yang akan bertarung dalam pilkada 2017, Umar menilai bahwa ada semangat yang berbeda antara  pasangan LM Zayat Kaimoeddin dan Suri Syahria Mahmud (calon wakil walikota) dan lawan politik yang menjadi kompetitornya.

“Dua kompetitor itu dahulu, mereka barada dalam satu partai yg sama. Satu kelompok bahkan dalam satu kekuasaan. Hari ini mereka terpecah belah yg tentunya semua orang dapat menilai bahwa begitulah perebutan kepentingan dengan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang. Kini mereka telah terpecah dan membangun kekuatan saling berhadap hadapan,” urai Umar.

Sementara itu, kata Umar, pihak Zayat-Syahriah bertarung untuk satu kepentingan yakni semata-mata untuk mengakomodir keluh kesah  rakyat yang terus terpuruk dari hari ke hari, perekonomian semakin merosot, pajak semakin tinggi, krisis air bersih, pengelolaan pasar yang masih amburadul, anak sekolah harus membayar untuk masuk sekolah impianya, para guru dipindahtugaskan sesuka hati, laut terus ditimbun, ekonomi carut marut.

“Kita jenuh memang sehingga kita harus cepat melakukan perbaikan. Pajak IMB harus diturunkan, peningkatan ekonomi harus cepat dengan cara memberikan pelatihan dan modal usaha bagi rakyat kecil. Warga kota harus mendapatkan sekolah gratis, kesehatan gratis, dan air bersihnya harus tercukupi,” beber Umar.

Dia percaya hanya dengan memenangkan pasangan Zayat-Syahriah   Kota Kendari akan terbebas dari penderitaan yg berkepanjangan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.