Umar Samiun Akui Belum Bekerja Optimal

SULTRAKINI.COM: BUTON – Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun mengakui, bahwa selama memimpin Kabupaten Buton dalam kurun waktu 3 tahun bersama wakilnya La Bakry, belum melaksanakan pembangunan secara optimal. Namun, kata dia, bukan berarti mereka tidak serius menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

 

\”Tentu selama kami memimpin Buton kurang lebih 3 tahun ini, belum cukup memuaskan masyarakat. Tapi bukan berarti kami tidak serius untuk menjadikan Buton lebih baik lagi,\” katanya saat pencanangan PIN 2016 di Desa Matanauwe, Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton, pekan lalu (8/3/2016).

 

Salah satu penyebab belum optimalnya pembangunan di Buton saat ini, menurutnya karena terkendala pada anggaran. Sebab selama ini hanya mengharapkan anggaran dari APBN. Sementara Dana Alokasi Umum (DAU) yang ada dibagi secara proporsional, berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk.

 

\”Bicara wilayah kita sudah ok, tapi bicara jumlah penduduk kita sudah masalah disini. Dikalah kita dari Sumatera dan Jawa dan seterusnya, sementara kebutuhan dibawah ini butuh banyak sekali,\” urainya.

 

Kendati demikian, lanjut pasangan La Bakry itu, pihaknya sudah berusaha bekerja secara maksimal. Hal tersebut dibuktikan, dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

yamaha

 

\”Alhamdulillah 3 tahun berjalan ini betul-betul kita prioritas untuk pembangunan infrastruktur, di kabupaten ini, dan saya kira dapat kita lihat bersama,\” jelasnya.

 

\”Dulu itu kalo kita ke Pasarwajo atau ke Baubau mau kesini (Siotapina) jalannya kurang bagus, sekarang Alhamdulillah sudah bagus. Dulu kendaraan kita banyak perhatian yang lebih khusus karena jalannya kurang bagus, onderdilnya kadang-kadang sedikit sudah rusak, karena jalannya rusak. Alhamdulillah sekarang sudah bagus, nah itu bukti bahwa kami serius untuk membangun Buton,\” sambungnya.

 

Walau begitu, kata Ketua DPD PAN Buton ini, masyarakat terkadang tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Nah, disinilah tugas semua pihak untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat luas.

 

\”Untuk itu, saya berharap para kepala desa itu bisa cuning, bisa korelasi dengan camat, instansi-instansi pelayanan masyarakat vertikal lainnya agar pelayanan masyarakat lebih maksimal lagi. Karena kepala desa merupakan garda terdepan, jadi kalo saya salah sampe kepada kades itu yang salah,\” pintanya.(C)

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.