SUARA

UMK-ISTDA Teken MoU Bidang Riset Kelautan dan Selam

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK) menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama International Scientific Technical Diving Association (ISTDA) guna peningkatan keahlian selam dan riset bidang kelautan dan perikanan, Senin (2/4/2018).

Rektor UMK, Muhammad Nur mengatakan rasa syukurnya atas diawal semester ini Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan UMK sudah bisa menggelar kuliah umum dengan menghadirkan langsung presiden ISTDA.

“Kami sangat menyambut baik, karena perguruan tinggi harus membangun mitra dengan berbagai bidang. Soal kerja sama ini, nanti Fakultas Kelautan yang akan menindaklanjuti,” terang Muhammad Nur saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut, kata dia, perguruan tinggi memang tugasnya melakukan riset. Selain ada hobi diving (selam), harus dibarengi dengan riset. Disadari bahwa mungkin saja salah satu hal mengapa fakultas kelautan dan perikanan kurang diminati oleh calon mahasiswa, karena belum menggali mutiara-mutiara yang masih terpendam. Olehnya itu, menurutnya melalui kerja sama ini, mutiara-mutiara itu bisa dimunculkan.

“Kebanyakan riset selama ini selalu dipermukaan laut, tapi kita tidak sadari banyak potensi yang ada di dasar laut yang perlu dilakukan riset. Jadi perlu ada kelompok orang yang harus memperbaiki apa yang menjadi kerusakan itu,” terangnya.

Senada dengan rektor, dekan fakultas perikanan dan kelautan UMK, Fajriah, mengatakan dalam MoU ini bisa terjalin kerjasama yang baik dan sinergis bersama ISTDA. Menang diakuinya UMK sudah pernah menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga asosiasi selam lainnya tujuannya bagaimana caranya mensinergikan semua kebutuhan dalam dunia selam dan dunia pendidikan agar bisa berjalan sesuai harapan.

yamaha

“Terpenting adalah bagaimana terpenuhi kebutuhan pendidikan, riset, dan yang paling penting masalah kompetensi profesional pada bidang selam. Dimana ISTDA ini salah satu asosiasi internasional yang konsen di bidang selam sehingga kita bisa mendapatkan sertifikat pada bidang selam itu,” kata Fajriah.

Sementara itu, Pimpinan ISTDA Taufik Isbul Hak mengungkapkan berbicara tentang selam ini sesuatu hal yang perlu kita pahami kembali dan perlu perhatian serius, utama pendidikan sehingga keterampilan bisa dilihat penting untuk bisa diterapkan di daerah ini.

“Sumber daya alam yang sudah kita miliki ini perlu ada orang-orang yang terampil dan perhatian tinggi pada hal ini untuk kelestariannya,” ucapnya.

Dirinya berharap dengan kerja sama ini tidak ada keterlambatan dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya alam ini.

“Alhamdulillah UMK ini merupakan perguruan tinggi keenam yang sudah melakukan kerja sama setelah kemarin untuk Sultra ada UHO (Universitas Halu Oleo). Mudah-mudahan dengan kerja sama ini bisa lahir orang-orang dari kita sendiri guna pengelolaan sumber daya alam, khususnya bidang kelautan yang tetap lestari,” pungkasnya.

Penandatanganan MoU ini diakhiri dengan kuliah umum tentang perikanan dan kelautan dari pimpinan ISTDA Pusat.

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.