Ungkapkan Kekecewaan, Kery: Ini Awal Kehancuran PAN

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Internal Partai Amanat Nasional (PAN) di Sultra mulai retak. Kery Saiful Konggoasa yang tak pernah sepakat atas penunjukan Adriatma Dwi Putra (ADP) sebagai Sekjen DPW PAN terus menantang. Ia bahkan berani mengatakan, jika kebijakan dari DPP PAN itu hanya akan menjadi awal dari kehancuran PAN di Bumi Anoa.

 

Ditemui usai pelantikan Sekda Konawe, pria yang akrab disapa Kery itu mengatakan, hingga saat ini dirinya masih kecewa berat. Menurutnya, tindakan DPP yang menunjuk ADP harusnya dipertimbangkan lagi.

 

\”Kalau dengan Ketua DPW (Umar Samiun) sudah tidak masalah. Tapi sekretarisnya ini (ADP), kalau mau menduduki posisi itu setidaknya pernah menjabat ketua DPD. Atau setidaknya pernah memegang jabatan strategis lainnya di PAN. Kalau ADP apa? Saya bahkan lebih senang kalau bapaknya (Asrun) saja yang ditunjuk,\” jelasnya.

 

Saat ditanya, apakah strategi itu dimaksudnya untuk menaikan rating PAN di masyarakat, Bupati Konawe itu malah menjawab sebaliknya. Ia bahkan menegaskan jika itu adalah awal dari kehancuran PAN.

 

\”Ini hanya akan menjadi awal kehancuran dari PAN. Dan saya rasa PAN sudah tidak bisa besar lagi,\” tegasnya.

 

Kery mengibaratkan, PAN saat ini ibarat perahu besar. Adanya orang yang dibuat sakit hati, hanya akan membuat perahu itu bocor pelan-pelan. Kery menganggap dirinya sebagai orang yang terluka.

 

Kery mengatakan, tanggal 27 Mei ini semua ketua DPRD dan kepala-kepala daerah akan dipanggil ke Jakarta. Kery juga mengaku bakal hadir di acara Rakernas PAN itu. Ia kembali menegaskan, jika DPP tidak memberikan penjelasan baik terhadap penunjukan ADP, maka di acara itu secara resmi akan menyerahkan baju PAN-nya.

 

\”Saya masuk dengan PAN dengan cara yang sempurna, maka keluarnya pun harus seperti itu. Boleh jadi, nanti itu adalah rakenas saya yang terakhir,\” tukasnya.

 

Meski demikian, Kery masih ingin berpikir jernih. Terkait masalah ini ia sudah konsultasi dengan Nur Alam. Kata Kery, orang nomor satu di Sultra itu menyarankan agar Kery tenang dulu.

 

\”Saya sudah konsultasi dengan Nur Alam. Katanya, Kery tenang dulu. Kita pikirkan masa depan yang lebih baik. DPP juga bilang untuk ke Jakarta dulu, bicara baik-baik,\” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.