Unsultra Genjot Mahasiswa dan Dosen Menulis Jurnal Nasional maupun Internasional

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa dan dosen, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk jurnal nasional dan internasional.

Dalam pelatihan tersebut, Unsultra menghadirkan langsung pemateri andal yakni Prof. Dr. H. Irwasyah selaku guru besar Fakultas Hukum Universitas Hasanudin (Unhas) juga selaki Penasehat Asosiasi Pengelola Jurnal Hukum Indonesia.

Rektor Unsultra, Andi Bahrun, mengungkapkan Unsultra sudah memiliki jurnal online yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Pihaknya sementara fokus mengevaluasi efektifitas keaktifan publikasi.

“Kegiatan hari ini betul-betul untuk mahasiswa, dosen dan institusi, sebab perguruan tinggi yang maju harus punya jurnal. Untuk meningkatkan dan memantapkan jurnal kami, eksistensi di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi baik di skala nasional maupun internasional salah satunya melalui pelatihan yang dilaksanakan ini hari,” kata Andi Bahrun saat ditemui usai kegiatan, Minggu (20/10/2019).

Menurutnya, pelatihan tersebut untuk meningkatkan skil mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unsultra dalam menulis jurnal. Pihaknya akan mendorong ke jurnal yang berkualitas bagus.

Selain itu, Andi Bahrun berharap agar dosen memiliki hasil penelitian dan pengabdian yang dipublikasin dalam jurnal nasional maupun internasional, sehingga bisa dikutip oleh orang untuk dijadikan referensi.

“Yang saya harapkan dosen tidak hanya menjadi tukang mengajar, tetapi disamping melakukan pendidikan pengajaran juga melakukan penelitian pengabdian. Maka hasil penelitian dan pengabdian harus dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Irwasyah mengatakan jurnal sangat penting bagi sebuah perguruan tinggi menuju pengembangan kampus itu sendiri.

“Kita ingin pikiran mahasiswa dan dosen dapat dibaca di negara lain, jurnal menjadi saranannya,” ucapnya.

Menurutnya, kendala yang dialami oleh mahasiswa dan dosen dalam membuat jurnal yaitu bahasa dan tradisi riset.

“Jurnal berbasis riset, sementara tradisi riset di Indonesia masih rendah. Kendalanya ada pada bahasa dan tradisi riset yang belum jalan,” tutupnya.

 

Laporan: La Niati

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.