Update Persebaran Corona di Sultra 11 April

SULTRAKINI.COM:KENDARI – Jumlah penyebaran Virus Corona atau Covid -19 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkat. Hal itu berdasarkan rilis data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sultra per Sabtu (11/4/2020) pukul 17:00 Wita.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra tersebut orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 81 orang, dengan daerah persebaran Kabupaten Muna sebanyak 4 kasus dan Kota Kendari sebanyak 77 kasus.

Sementara, kasus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 395 dengan persebaran yaitu Kolaka Utara sebanyak 46 kasus, Kolaka Timur sebanyak 22 kasus, Kolaka 31 kasus, Bombana sebanyak 21 kasus, Muna Barat sebanyak 9 kasus, Muna sebanyak 43 kasus, Buton Tengah sebanyak 38 kasus, Baubau sebanyak 37 kasus, Buton Selatan sebanyak 22 kasus, Wakatobi sebanyak 10 kasus, Buton sebanyak 14 kasus, Buton Utara sebanyak 13 kasus, Konawe Kepulauan sebanyak 10 kasus, Kendari sebanyak 40 kasus, Konawe Selatan sebanyak 30 kasus, Konawe Utara sebanyak 9 kasus dan Konawe tidak ada kasus.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) 19 kasus, dengan persebaran Bombana sebanyak 1 kasus, Muna sebanyak 6 kasus, Kendari sebanyak 8 kasus, Konsel sebanyak 2 kasus dan Konawe sebanyak 2 kasus.

yamaha

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Laode Rabiul Awal, mengungkapkan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 16 orang.

“Untuk kasus konfirmasi positif totalnya adalah 16 orang, dengan rincian 1 kasus sembuh, 14 kasus lama, dan 1 kasus baru. Untuk kasus baru adalah seorang laki-laki 35 tahun dengan domisili Kota Kendari,” ujarnya, Sabtu (11/04/2020).

Dikatakannya, pihaknya juga mengkonfirmasi dua pasien Covid -19 meninggal dunia di RS Bahteramas. Satu laki-laki berusia 35 tahun dan berdasarkan hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif. Sementara, pasien kedua yaitu seorang bayi laki-laki. Saat ini pihaknya sementara menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Makassar.

“Malam tadi yang terkait dengan Covid -19 meninggal dunia. Keduannya adalah satu laki-laki yang telah terkonfirmasi sebagai kasus baru positif dan yang kedua adalah pasien dengan status PDP, bayi laki-laki 11 bulan atau tepatnya kelahiran 20 Mei 2019. Pasien ini telah dilakukan swab sebelum meninggal, hasil swab sedang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Makassar dan sementara menunggu hasil pemeriksaan,” pungkasnya.

Laporan: La Niati
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.